Breaking News:

Kisruh Satpol PP dan Wakil Ketua DPRD Berlanjut, Wali Kota Berharap Keduanya Berdamai

Wali Kota Pangkalpinang berharap kisruh antara Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang dan Satpol PP dapat diselesaikan dengan hati yang tenang.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil alias Molen 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) berharap kisruh antara Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang dan Satpol PP dapat diselesaikan dengan hati yang tenang.

"Saya berharap kedua belah pihak bisa damai dan saya rasa itu jauh lebih baik dari pada nanti terjadi hal-hal yang tidak mengenakan keduanya," kata Molen kepada Bangkapos.com, Senin (29/11/2021).

Kemudian terkait, keinginan Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang yang ingin Kasatpol PP di Non job Molen sebut akan mengikuti aturan saja.

"Kita akan sesuai aturan yang berlaku, mungkin dalam waktu dekat kita akan membentuk tim untuk melihat pelanggaran disiplin apa yang dilanggar, nanti dari hasil tim itulah yang akan melihat kelanjutannya," jelasnya.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang, Rosdiansyah Rasyid saat mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pangkalpinang, Jumat (27/11/2021) siang.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang, Rosdiansyah Rasyid saat mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pangkalpinang, Jumat (27/11/2021) siang. (Bangkapos.com/Dokumentasi)

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Pangkalpinang Tegaskan Proses Hukum Oknum Satpol PP Tetap Berlanjut

Baca juga: Daftar Besaran Gaji Pensiun PNS di Indonesia, Janda Pensiun PNS Dapat Segini

Baca juga: Bank BRI Bagikan Pinjaman Rp 50 Juta Tanpa Agunan, Simak Syaratnya, Siapin KTP KK dan Surat Ini

Namun diakui Molen, kisruh tersebut adalah hal biasa dalam suatu persahabatan atau pertemanan.

"Itu hal biasalah dalam persahabatan, hal kecil-kecil itu sudah biasa dan saya rasa mereka (Wakil Ketua DPRD dan Efran-red) sudah dewasa dalam mensikapi ini mereka pasti paham," sebutnya.

Kata Molen, meski proses hukum akan terus berlanjut dia berharap agar permasalahan ini dapat diselesikan dengan hati yang tenang.

"Kalau proses hukum itu personal, sudah haknya pak Dian sebagai warga negara, kita menjaga institusi kita. Efran sebagai bawahan saya akan kita bentuk tum nanti pelanggaran apa yang dilanggar," bebernya.

"Tapi ujung-ujungnya saya berharap kedua belah pihak bisa menghadapi ini dengan hati yang tenang, saling mehormati, menghargai, ada yang lebih penting yang menjadi skala prioritas kita," tambahnya.

Molen menambhakan, pihaknya akan tetap sesuai aturan serta Perda yang ada dimana tidak ada pertambangan di Kota Pangkalpinang.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved