Breaking News:

Berita Pangkalpinang

20.687 Hektar Lahan DAS Kritis di Bangka Belitung Karena Tambang dan Pembukaan Lahan

Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Baturusa Cerucuk, Tekstiyanto, mengatakan jumlah total luas DASdi Babel, 637 DAS

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Edwardi
Tim Penertiban dari unsur Kecamatan Sungailiat, Satpol PP Kabupaten Bangka, Kelurahan Sungailiat, Kelurahan Jelitik, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan aparatur pemerintah lainnya melakukan penertiban terhadap aktivitas sejumlah TI (tambang inkonvensional) ilegal yang beroperasi di bantaran dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jelitik, Senin (30/08/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Baturusa Cerucuk, Tekstiyanto, mengatakan jumlah total luas DAS yang terdata di Bangka Belitung, 637 DAS, dengan luas total sekitar kurang lebih 1,6 juta hektar (Ha).

Dari jumlah itu, Tekstiyanto menyampaikan berdasarkan SK Menteri LHK tahun 2018 tentang Penatapan Lahan Kritis, terindikasi lahan kritis mencapai luas kurang lebih 20.687 hektar (Ha), kerusakan lahan didominasi oleh bekas tambang, dan pembukaan lahan.

Tekstiyanto menjelaskan fungsi DAS merupakan tempat hidup, pengertiannya Daerah Aliran Sungai yang selanjutnya disingkat DAS adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya. 

"Berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air. Yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan," kata Tekstiyanto kepada Bangkapos.com, Selasa (30/11/2021).

Dia menambahkan dampak dari kerusakan DAS di Bangka Belitung tentunya menimbulkan kerugian dari sisi ekonomi, ekologi, dan sosial. 

"Mulai kerusakan lingkungan, banjir, hilangnya kesuburan tanah, dan lainya. Kerusakan DAS, perlu dilihat lebih detail kearah sub-sub DASnya. Seperti sub DAS Rangkui yang hulunya Bukit Mangkol, pada  2015, dengan curah hujan tinggi yang tinggi pada waktu itu, mengakibatkan banjir di Kota Pangkalpinang. Untuk itu penanggulangan dari hulu ke hilirnya harus tepat," jelasnya.

Ia mengungkapkan penyebab kerusakan DAS di Bangka Belitung karena alih fungsi hutan dan pertambangan.

"Penyebab terparah, ya dua hal tersebut.
Langkah-langkah  telah dilakukan untuk merehabilitasi DAS rusak, yaitu melakukan penanaman dilahan kritis," kata Tekstiyanto.

Lebih jauh, ia menyampaikan luas DAS yang telah direhabilitasi,  per tahun dengan ketersediaan anggaran BPDASHL Baturusa Cerucuk, rata-rata melakukan rehabilitasi 500 Ha/tahun dan tidak dapat dipastikan berapa waktu merehabnya.

"Tidak bisa dipastikan seperti itu, karena angka yang ada bersifat dinamis. Intinya implementasi dalam pemulihan di lapangan harus dilaksanakan dengan baik.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved