Breaking News:

Buntut Permasalah Banjir Kulan Kampak, Wali Kota Panggil Pihak Pengembang dan Warga Terdampak

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil memanggil beberapa developer perumahan dan beberapa perwakilan warga perumahan yang terdampak banjir.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Rapat pertemuan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) dengan beberapa developer perumahan dan beberapa perwakilan warga perumahan yang terdampak banjir, Selasa (30/11/2021) di ruang rapat lantai 2 kantor Wali Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) memanggil beberapa developer perumahan dan beberapa perwakilan warga perumahan yang terdampak banjir, Selasa (30/11/2021) di ruang rapat lantai 2 kantor Wali Kota Pangkalpinang.

Hal tersebut berdasarkan tindaklanjut dari banjir yang melanda kawasan oerumah di Kulan Kampak Kota Pangkalpinang beberapa waktu lalu.

Kata Molen, pertemuan tersebut disepakati untuk duduk bersama membahas apa yang bisa dikerjakan baik jangka pendek maunpun jangka panjang kedepan.

Sebelumnya warga yang terkena dampak banjir terlebih dulu diminta memberikan tanggapan dalam pertemuan tersebut.

Sejumlah warga Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang saat mulai membersihkan rumah hingga perabotan rumah tangga yang sempat terendam banjir beberapa waktu lalu, Kamis (25/11/2021) petang
Sejumlah warga Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang saat mulai membersihkan rumah hingga perabotan rumah tangga yang sempat terendam banjir beberapa waktu lalu, Kamis (25/11/2021) petang (Bangkapos.com/dokumentasi)

Bayu perwakilan warga Perumahan Elnov Alam Kampak ingin meminta solusi baik dari pihak pengembang maupun pihak pemerintah kota (Pemkot) agar tidak terjadi lagi banjir di kawasan tersebut.

"Kami disini meminta tolong kepada pihak developer ataupun Pemkot carikan solusi yang terbaik buat kami supaya disaat hujan kami tidak was-was lagi," ujar Bayu.

Diakuinya, banjir kemarin adalah banjir yang terparah menggenangi kawasan Kampak dimana sebelumnya hanya hingga mata kaki saja namun kemarin hingga lutut yang mengakibatkan merendam seluruh isi bagian rumah.

"Karena banjir kemarin itu hampir diatas lutut jadi merendam seluruh alat rumah tangga kami dan sekarang rusak. Pertama diam disana emang sudah banjir cuma air tidak masuk kerumah hanya sampai teras ini kemarin masuk sampai atas lutut," jelasnya.

Namaun diakui Bayu, banjir yang tak biasa tersebut terjadi lantaran ada pembangunan perumahan kembali dekat kawasan perumahan tersebut.

"Setelah ada pembangunan lagi dari kawasan atas itu, penimbunan dari damai lestari entah kebetulan atas seperti apa pas hujan, air pasang, air masuk kerumah perlahan terus volume airnya langsung cepat naik, debit airnya jadi cepat naik," paparnya.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved