Breaking News:

Dosen IAIN SAS Bangka Belitung Meneliti Moderasi Beragama di Jembarana Bali

Dosen IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Dr. Irawan, M.S.I dan Nasrun Supardi, M.A, melakukan penelitian moderasi beragama di Jembrana

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: nurhayati
IAIN SAS Babel
Dosen IAIN SAS Bangka Belitung Meneliti Moderasi Beragama Di Jembarana Bali 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dosen IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Dr. Irawan, M.S.I dan Nasrun Supardi, M.A, melakukan penelitian moderasi beragama di Jembrana Bali.

Penelitian ini dilaksanakan (24/27/2011).

Penelitian ini sebagai kelanjutan dari penelitian sebelumnya, yaitu penelitian moderasi beragama antara Islam dan Tionghoa di Sungailiat Bangka.

Kegiatan ini untuk menyempurnakan kelengkapan data pada kegiatan Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LITAPDIMAS) Kementerian Agama tahun 2021.

Kedua peneliti disambut oleh I Gede Sumarawan, S.E., M.Pd.H (Kepala Kantor Kementerian Agama Jembrana Bali), Ida Bagus Rimbawan, S.Ag., M.S.I (Kasi Ura Hindu Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, Bali), dan IBK. Dharma Santika Putra (tokoh moderasi beragama Hindu sekaligus budayawan dari Jembrana Bali).

I Gede Sumarawan mengatakan bahwa kerukunan beragama antara Islam dan Hindu di Jembarana khususnya dan Bali umumnya terbentuk oleh beberapa faktor, di antaranya: faktor sejarah, kearifan lokal (local wisdom), budaya, dan kitab suci agama masing-masing.

“Moderasi beragama di Bali terbentuk oleh sejarah panjang kehidupan yang saling toleransi, kearifan lokal dan budaya “Nyame Braya” (persaudaraan). Menyama-braya sebagai sistem budaya bagi umat Hindu dan Islam di Bali," jelas I Gede Sumarawan.

Selanjutnya, Ida Bagus Rimbawan menjelaskan bahwa moderasi beragama di Kemenag Jembrana Bali dilakukan dengan cara dialog lintas budaya, Kemah budaya, tersedianya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

“Untuk mewujudkan moderasi beragama di Jembara Bali, ada beberapa upaya yang dilakukan, seperti dialog lintas agama yang dilakukan oleh  Kemenag, FKUB, dan kegiatan-kegiatan lainnya," kata Ida Bagus Rimbawan.

Sementara tokoh moderasi beragama Hindu sekaligus budayawan dari Jembrana Bali, IBK Dharma Santika Putra mengatakan bahwa wajah moderasi beragama yang diterapkan di Jembarana Bali adalah toleransi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved