Breaking News:

Jemaat Gereja untuk Ibadah Natal 2021 Harus Patuhi Aturan Ini, Minimal Sudah Vaksin Dosis Pertama

Aturan ibadah Natal harus menyertai adanya pembentukan Satgas Protokol Kesehatan.

Penulis: Riki Pratama | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/dokumentasi
Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Bangka Belitung, Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berdasarkan Instruksi Mendagri nomor 62 tahun 2021 tentang Pencegahan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada Saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, aturan ibadah Natal harus menyertai adanya pembentukan Satgas Protokol Kesehatan.

Seperti aturan, masuk gereja saat perayaan natal, disebutkan dalam aturan wajib skrining kesehatan melalui aplikasi PeduliLindungi. 

Hanya orang yang sudah divaksin minimal sekali kategori hijau atau kuning yang diboleh masuk Gereja.

Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19 Bangka Belitung, Mikron Antariksa mengatakan, aturan tersebut dijalankan Satgas Covid-19 sebagai upaya mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 saat ibadah Natal.

"Nanti satgas yang dibentuk disetiap Gereja akan melakukan pengecekan aplikasi Peduli lindungi. Jemaat tersebut dilihat sudah divaksin atau belum. Selain itu saat ibadah, pengecekan suhu tubuh, cuci tangan atau hand sanitizer dan jaga jarak minimal 1 meter juga tetap diterapkan," kata Mikron kepada Bangkapos.com, Selasa (30/11/2021).

Baca juga: Uang Koin Rp 500 Kekuaran 1991 Bisa Laku Ratusan Ribu Rupiah, Ini Cara Menjualnya

Baca juga: Bank BRI Bagikan Pinjaman Rp 50 Juta Tanpa Agunan, Simak Syaratnya, Siapin KTP KK dan Surat Ini

Mikron mengatakan, untuk jemaat yang ingin beribadah Natal di Gereja, wajib minimal sudah divaksin dosis pertama dan setiap Gereja harus membentuk Satuan Tugas (Satgas).

"Dalam aplikasi PeduliLindungi untuk kategori kuning itu vaksin 1 kali, hijau vaksin 2 kali. Jadi, minimal dosis pertama, jemaat diperkenankan untuk beribadah di Gereja," katanya.

Selain itu, Mikron menambahkan pihak Gereja diwajibkan mengikuti aturan, seperti saat ibadah, gereja hanya boleh diisi 50 persen, kemudian menjaga jarak dan terus memakai masker.

"Kebijakan ini kita terapkan, untuk melindungi jemaat dari terpapar Covid-19, sehingga lonjakan kasus dapat diantisipasi saat perataan Natal," jelasnya.

Selain pengaturan protokol kesehatan tempat ibadah saat Natal, Mikron Antariksa menyampaikan larangan perayakan malam tahun baru di destinasi pantai dan tempat lainya yang ada di Bangka Belitung.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved