Breaking News:

Ketua TP PKK Bangka Belitung Sebut Makanan Bergizi Tidak Harus Mahal

Pemenuhan gizi seimbang dapat diperoleh dengan mengolah bahan makanan yang ada di sekitar kita.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: nurhayati
Diskominfo Babel
Ketua TP PKK Babel, Melati Erzaldi saat bersilaturahmi dengan Ibu-ibu Desa Dendang dalam rangka Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 50 penerima di Posyandu Flamboyan Desa Dendang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (30/11/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemenuhan gizi seimbang dapat diperoleh dengan mengolah bahan makanan yang ada di sekitar kita.

Makanan bergizi tidak harus mahal. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kelurahan (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi saat bersilaturahmi dengan Ibu-ibu Desa Dendang dalam rangka Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 50 penerima di Posyandu Flamboyan Desa Dendang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (30/11/2021).

"Kita bersama di sini terus mengedukasi Ibu-Ibu bagaimana memilih dan mengolah bahan makanan bergizi dan bernutrisi untuk anak anak. Tidak perlu mahal ternyata bahan makanan ini banyak di sekitar kita," kata Melati.

Kegiatan ini menjadi langkah bersama untuk mencegah dan menekan angka stunting khususnya di Bangka Barat.

"Tingkat stunting di Bangka Barat perlu menjadi perhatian kita, mengingat angka stunting di sini masih tinggi walaupun masih berada di bawah prevalensi nasional, tapi kita tidak boleh lengah," ungkapnya.

Tidak lupa dalam berbagai kesempatan, Ketua Melati berbagi ilmu sembari mengedukasi ibu-ibu dengan menyampaikan mengenai langkah-langkah pencegahan stunting mulai di dalam keluarga sendiri.

"Stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis pada anak akibat akumulasi ketidakcukupan gizi yang berlangsung lama, mulai dari kehamilan. Jadi pencegahan stunting dapat dimulai dari tahap perencanaan kehamilan sampai pada pengasuhan 1.000 hari pertama kehidupan anak," ujarnya.

Disampaikannya, stunting akan mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan tingkat kecerdasan anak pada usianya.

"Efeknya, ketika dewasa nanti anak stunting akan memiliki tingkat produktivitas rendah. Hal ini akan menjadi hambatan untuk anak bersaing di dunia kerja. Jadi bagi ibu yang saat ini sedang hamil dan menyusui, tolong perhatikan asupan gizinya. Begitu juga bagi yang memiliki anak-anak tetap saya ajak g selalu memberikan makan-makanan bergizi," jelas Melati.

Kegiatan PMT di Posyandu Bangka Barat ini diharapkannya tidak hanya menjadi kegiatan tahunan saja, namun bisa menambah kesadaran dan pengetahuan ibu-ibu untuk selalu mengolah dan memberikan dan makanan bergizi kepada keluarganya.

Saat menyerahkan PMT dengan menu lengkap nasi, sayur, lauk serta buah kepada ibu dan balita, Ketua Melati menyempatkan diri menyampaikan harapannya, agar Ibu terus memberikan kasih sayang kepada anak melalui pemberian makanan bergizi.

Tidak hanya itu, Ibu tiga anak ini juga mengedukasi agar perempuan memperhatikan batas usia kehamilan dan juga penggunaan alat kontrasepsi yang sesuai dengan terus berkonsultasi dengan bidan setempat.

Nurul Huda Kabid Kelembagaan Kerjasama, Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemprov Bangka Belitung mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan rutin dan berkesinambungan.

"Dengan harapan tingkat stunting di Babel terus menurun, sehingga tercipta generasi Babel yang unggul dan berkualitas," pungkasnya. Adapun PMT tersebut merupakan hasil pemberdayaan kader-kader PKK di Desa Dendang.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Dendang, Kader PKK Desa Dendang, Perwakilan dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemprov. Bangka Belitung.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved