Minggu, 19 April 2026

Berita Bangka Barat

18 Kasus HIV/AIDS di Bangka Barat, Simak Penjelasan Putra Kusuma

Sepanjang Januari hingga awal Desember 2021, tercatat 18 kasus Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Kasus ters

Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Seks Bebas 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sepanjang Januari hingga awal Desember 2021, tercatat 18 kasus Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Kasus tersebut terdata di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat (Babar). 

Hal ini pun ditegaskan oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Putra Kusuma, Rabu (1/12/2021) terkait kondisi HIV/AIDS di Kabupaten Bangka Barat

"Kalau dari data 2018 itu ada 22 kasus, lalu tahun selanjutnya 23 kasus, 21 kasus dan 2021 ini ada 18 kasus baru. Ini lumayan banyak dan daerah kita termasuk resiko tinggi untuk HIV, kalau kita hitung proporsi insiden juga lumayan tinggi," ujar Putra Kusuma

Putra memastikan terdapat sejumlah faktor yang memungkinkan, seseorang terjangkit HIV/AIDS hingga dapat menurunkan imun kekebalan tubuh. 

"HIV fase awal orang sudah terdeteksi ada virus, kalau AIDS dia sudah masuk dalam tingkat yang parah jadi bahaya untuk penyakit penyerta. Penularan ada sifatnya seksual termasuk seksi yang tidak aman, lalu juga untuk non seksual seperti penggunaan narkoba jarum suntik," tuturnya. 

Untuk tindakan pencegahan pihaknya rutin melakukan sosialisasi kepada para siswa khususnya tingkat SMA, terkait bahaya HIV/AIDS termasuk kepada para ibu hamil. 

"Kita melakukan mulai dari anak-anak SMA, kita berikan penyuluhan setiap tahun paling tidak 10 sekolah. Lalu ketika masuk pra nikah, hamil kita lakukan tes HIV untuk memastikan ada indikasi HIV atau tidak. Kalau positif akan kita obati agar nanti ketika proses melahirkan bisa berjalan sesuai yang diharapkan, lalu juga transmisi penularan maternal resiko rendah bisa kita obati walaupun tidak menyembuhkan," jelasnya. 

Selain itu juga Putra mengatakan pihaknya juga memfokuskan penanganan terhadap tempat-tempat, dengan resiko tinggi kasus penularan termasuk lokalisasi. 

"Untuk lokalisasi kami lakukan pemeriksaan tiga kali setahun, kalau yang paling banyak itu di Kecamatan Parittiga. Jadi sifatnya penyakit menular ini semakin cepat diketahui, maka semakin baik maka dia harus ditemukan," ucapnya. 

Sementara itu sebagai tindakan penanganan, terhadap para pengidap HIV, Putra mengatakan terdapat sejumlah cara termasuk konseling dan pengobatan. 

"Kita lakukan pemeriksaan awal, konseling dan terapi terus menerus. Jadi diberikan konseling liat faktor resikonya seperti apa, ada juga yang berobat disini dan di luar. HIV sampai saat ini belum ada obat bisa sembuh 100 persen, tapi yang bisa kita lakukan adalah memperpanjang harapan usia hidupnya dengan memberikan obat dan konseling," katanya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved