Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Anggap Pengurusan Perizinan Perumahan Penting, Gandhi Nilai Pemerintah Tidak Bisa Lagi Tutup Mata

Tingginya permintaan unit perumahan membuat developer berlomba-lomba membuka lahan perumahan.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Sejumlah warga di Kelurahan Tua Tunuindah, Kecamatan Gerunggang saat mengevakuasi barang-barang mereka usai terdampak banjir, Rabu (24/11/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tingginya permintaan unit perumahan membuat developer berlomba-lomba membuka lahan perumahan.

Bahkan, tidak tanggung-tanggung perumahan dibangun di atas daerah resapan air. Ruang terbuka hijau pun tergerus dengan berdirinya perumahan.

Seperti banjir yang melanda kawasan perumahan di Kulan Kampak Kota Pangkalpinang beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Kota Pangkalpinang Depati Amir Gandhi menganggap kesiapan pemerintah daerah (pemda) diperlukan dalam pengurusan perizinan perumahan.

"Tidak bisa lagi pemerintah tutup mata dengan geliat investasi properti. Jumlah izin yang dikeluarkan harus berbanding lurus dengan kesiapan pemerintah menata kelola lingkungan sekitar perumahan," tegas Gandhi kepada Bangkapos.com, Rabu (1/12/202).

Menurut politis PPP ini, yang dialami warga Perumahan Kulan Kampak yang banjir adalah warning bagi lingkungan perumahan yang lain dan pemda itu sendiri.

"Bukan tidak mungkin kawasan pemukiman lain yang tidak bisa masuk kawasan titik banjir menjadi titik banjir baru. Kami berharap terjadi muhasabah antara pemda dan pemilik properti, mulai saat ini pantau setiap titik perumahan khususnya soal tata kelola airnya, prioritaskan pembangunan salurannya, ekosistem saluran yg baik sangat diperlukan dikawasan tersebut," jelasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS, Tragis Dua Mobil Pick Up Tabrakan Adu Kambing, Dua Sopir Tewas Terjepit

Baca juga: Suami Tiga Hari Tak Pulang dan Hanya Diberikan Rp35000, IRT Nekat Lakukan Percobaan Bunuh Diri

Dia mengatakan, wilayah Kampak sebetulnya dataran tinggi, dan secara logika air itu mengalir dari tempat tinggi ke dataran yang lebih rendah.

"Artinya banjir yg terjadi di kampak akibat buruknya sistem drainase, seharusnya ada evaluasi ya oleh pemerintah terhadap penerbitan izin developer. Saatnya pemkot untuk aktif berkontribusi melalui keberpihakan anggaran drainase pada tumbuhnya perumahan-perumahan baru dikawasan yang lain," sebutnya.

Kata Gandhi, saat ini jumlah perumahan terus tumbuh seiring perkembangan heterogenitas penduduk. Ditambah lagi program penyediaan rumah subsidi oleh pemerintah.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved