Breaking News:

Kenali Gejala Hingga Pencegahan HIV AIDS, Ini Penjelasan Dokter Dewi Utami Putri dari RS Siloam

Dokter Spesialis Dermatovenerologi (SpDV), Rumah Sakit Siloam Bangka dr. Dewi Utami Putri memaparkan gejala dan pencegahan HIV/AIDS.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/dokumentasi
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Siloam Bangka, dr Dewi Utami Putri SpKK saat Bincang Sehat bertema Mitos dan Fakta Seputaran Jerawat, Jumat (4/6/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- AIDS adalah singkatan dari acquired immune deficiency syndrome. AIDS merupakan tahapan akhir dari penyakit infeksi human immunodeficiency virus (HIV).  Namun, tidak semua pengidap HIV akan menjadi HIV AIDS

Demikian disebutkan oleh Dokter Spesialis Dermatovenerologi (SpDV), Rumah Sakit Siloam Bangka dr. Dewi Utami Putri, kepada Bangkapos.com, Rabu (1/12/2021).

Kata Dewi, AIDS merupakan sindrom atau kumpulan dari gejala yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah.

Menurutnya, infeksi yang seharusnya tidak parah pada orang nomal, dapat saja menjadi mematikan pada penderita AIDS.

"Penyebab AIDS adalah virus HIV, AIDS ini merupakan kumpulan beberapa penyakit akibat dari penurunan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV tadi. Virus HIV merusak sel darah putih yang disebut sel CD4," kata dr. Dewi kepada Bangkapos.com, Rabu (1/12/2021).

Dewi mengatakan, virus juga membuat salinan tubuhnya di dalam sel darah putih tersebut. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh menurun dan menyebabkan tubuh susah melawan infeksi. Jika penderita HIV tidak mendapatkan pengobatan, maka HIV dapat menjadi AIDS dalam waktu 10 hingga 15 tahun.

Baca juga: Ngotot Lepas dari Indonesia, Timor Leste Malah Kewalahan Jika Indonesia Hentikan Pasokan Ini

Baca juga: Punya KTP Dengan Ciri-ciri Seperti Ini Dapat 5 Bantuan dari Pemerintah, Begini Cara Mengeceknya

Sementara, untuk penularan HIV kata Dewi baru terdeteksi positif setelah tiga-enam bulan penularan berlangsung atau kontak dengan penderita.

Dewi mengatakan, penularan yang paling sering terjadi memang melalui hubungan seksual.

Namun sebetulnya ada beberapa penularan HIV AIDS yakni, melalui kontak langsung darah dan cairan tubuh penderita –seperti sperma, cairan vagina, dan ASI.

"Makanya mitos di masyarakat virus HIV dapat menular melalui makanan atau minuman, bahkan bersalaman tertular itu salah besar. Pada banyak kasus, penularan dapat melalui pemakaian jarum suntik seperti pada pengguna narkoba suntik. Kasus lain adalah pada hubungan seksual, kalau hanya besentuhan atau dari air liur itu tidak akan tertular," jelasnya.

Diakuainya, hingga saat ini memang belum ada obat untuk menyembuhkan HIV AIDS, namun pengobatan dilakukan dengan menggunakan obat antiretroviral (ARV). Obat tersebut melawan infeksi HIV dan memperlambat penyebaran virus di dalam tubuh.

"Makanya penderita harus rutin kontrol, nanti akan kita berikan obat-obatan ARV tujuannya untuk menurunkan jumlah virus HIV ini serendah-rendahnya supaya gejalanya itu minimal meskipun sudah diberikan obat virsunya akan tetap berkembang namun lebih lambat tanpa obat," bebernya.

Lalu, kenali beberapa gejala HIV AIDS seperti kerap kali demam tak kunjung sembuh, penurunan berat badan yang drastis, diare bekepanjangan, mual dan muntah, dan sebagainya.

Kemudian, Dewi menurutkan pencegahan AIDS dapat dilakukan dengan mencegah penularan virus HIV. Pencegahan dapat berupa menghindari kontak langsung dengan cairan dan darah penderita.

"Hindari juga penggunaan jarum suntik dan hubungan seksual bebas. Menggunakan pengaman seperti kondom saat berhubungan seksual dapat mencegah penularan Virus HIV. Penting juga untuk melakukan deteksi dini dan pengobatan HIV agar HIV tidak menjadi tahap yang lebih parah yaitu AIDS," jelasnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved