Breaking News:

Api Berkobar, Baju pun Hanya Sisa di Badan

KM Berkat Niaga Hangus Dilahap si Jago Merah di di perairan Pantai Bembang, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat pada Rabu (01/12/2021)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepulan asap hingga sempat terjadi ledakan membuat KM Berkat Niaga hangus dilahap si jago merah, hal ini diakui Nakhoda Kapal Abdul Majid (52) yang hanya menyisakan pakaian yang dikenakan di badan saja.

Sebelumnya diketahui Kapal KM Berkat Niaga dengan muatan karet mengalami insiden kebakaran, di Perairan Pantai Bembang, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Rabu (01/12/2021) sekitar Pukul 17.45 lalu.

Dalam kebakaran tersebut sembilan ABK termasuk nakhoda berhasil selamat, usai dibantu para nelayan yang melintas di area tersebut.

Kebakaran tersebut diungkapkan Abdul Majid usai kapalnya berlayar selama 11 jam, dari Palembang dan hendak menuju Pontianak.

Namun dalam perjalannya atau sekitar pukul 16.15, ABK yang sedang makan dikejutkan oleh kepulan asap yang berasal dari kamar mesin bagian depan kapal.

"Berangkat dini hari, dari pelabuhan 16 Ilir Palembang , perjalanan sudah sekitar 11 jam, tepat 16.15 terjadi kebakaran di kamar mesin. Jadi kita lagi makan tiba-tiba ada ABK yang langsung lari ke depan, pas diliat asap udah keluar dari bagian mesin," ujar Abdul Majid, Kamis (02/12/2021).

Mengetahui hal tersebut tentunya membuat sembilan ABK seketika panik, hal ini ditambah cepatnya kobaran api menghanguskan kapal usai hanya berselang 30 menit dari ABK yang melihat asap pertama kali.

"Kita gak tau asal mulanya yang jelas asap itu, cepat sekali mengepul ke atas. Kita lari ke depan jadi kita satu biji barang pun hilang semua, termasuk surat kapal tidak ada yang bisa diselamatkan hanya pakaian di badan," ucapnya.

Abdul Majid mengatakan sebelum terjadi kebakaran, pihaknya juga sudah memastikan mesin tidak mengalami kepanasan.

"Suhu kapal dingin sudah buka jendela samping, untuk angin masuk terus cerobong kapal ada. Knalpot aja masih bisa dipegang, kalau knalpotnya merah artinya panas sekali," katanya.

Namun beruntungnya dari kejadian tersebut, tidak ada sampai menimbulkan korban jiwa. Abdul Majid pun bersyukur, masih mendapatkan pertolongan dari para nelayan.

Hal ini diungkapkan dikarenakan jarak kapal terbakar ke daratan sejauh lima mil, sedangkan sembilan ABK hanya bermodalkan rakit seadanya untuk evakuasi sebelum dibantu nelayan.

"Kira-kira sekitar 30 menit kami di rakit, baru nelayan datang bantu kami. Jadi saat nelayan tiba, baru pindah ke perahu nelayan. Kalau enggak, ya mungkin ngayuh sampai ke daratan," katanya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

 

 
 

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved