Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Vaksin Astra Zeneca Banyak Tak Diminati di Bangka Belitung, Masa Kedaluwarsa Habis Akhir Desember

Vaksin Astra Zeneca banyak tak digunakan di Provinsi Bangka Belitung. Jumlah 15.000 dosis vaksin belum terpakai hingga setengahnya.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Andri Nurtito 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Vaksin Astra Zeneca banyak tak digunakan di Provinsi Bangka Belitung. Jumlah 15.000 dosis vaksin belum terpakai hingga setengahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Babel, Andri Nurtito mengatakan, sebelum habisnya masa kedaluwarsa vaksin Astra Zeneca pada akhir Desember 2021, pemprov berusaha mencari alternatif untuk menggunakan vaksin tersebut dalam jumlah banyak.

"Vaksin Astra Zeneca masa kedaluwarsa akhir bulan ini ada beberpa alternatif yang akan kita tempuh. Seperti mengembalikan ke pemerintah pusat, merelokasi atau menggeser ke dinas kesehatan Provinsi Sumatera Selatan yang penduduknya banyak dari Babel," jelas Andri Nurtito kepada Bangkapos.com, Kamis (2/12/2021) di kantor gubernur.

Selain melakukan cara tersebut, Andri mengatakan dinkes berencana akan menggunakan vaksin Covid-19 tersebut ke komunitas tertentu, sehingga dapat terpakai.

"Kemudian mengintensifkan vaksinasi kepada komunitas tertentu seperti komunitas tahanan yang ada di lapas atau rumah tahanan atau komunitas lain," lanjutnya.

Andri menjelaskan, vaksin Astra Zeneca ini banyak tidak digunakan karena, keengganakan masyarakat Bangka Belitung karena efek sampingnya dan isu halal/haram.

"Masa kedaluwarsa sangat pendek, kita pun baru menerima pada November kemarin. Sehingga waktu kurang dari dua bulan sudah kedaluwarsa sementara persediaan jenis vaksin yang lain banyak seperti Sinovac, CoronaVac , Pfizer dan Moderna masih ada. Sementara masyarakat kurang berminat dengan Astra Zeneca," jelas Andri.

Dia juga mengatakan keengganan masyarakat Bangka Belitung terhadap vaksin Astra Zeneca karena beberapa faktor dari efek samping yang sering terjadi, dan ditambah isu halal haram vaksin tersebut.

"Sehingga berkembang di media sosial minat masyarakat rendah. Vaksin ini hibah dari Jepang ke pemerintah Indonesia. Jumlah vaksin Astra Zeneca tersebut yakni sekitar 15.000 dosis, yang digunakan belum banyak, tidak sampai setengah," jelasnya.

Andri tetap meyakinkan bahwa semua vaksin punya keunggulan, dan beberapa vaksin Covid-19 mengalami efek samping ringan, seperti demam dan pegal-pegal yang biasa terjadi.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved