Breaking News:

Dipadukan Air Murni Kabong, Kopi Simpar Khas Desa Tuik Miliki Rasa Manis Legit

Dipadukan Air Murni Kabong, Kopi Simpar Khas Desa Tuik Miliki Rasa Manis Legit

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: M Ismunadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Manis dan legitnya olahan air murni kabong atau gula aren, dipadukan dengan kopi membuat terciptanya rasa khas ataupun minuman unik yakni Kopi Simpar yang dapat dirasakan saat berkunjung ke Desa Tuik, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat. 

Satu diantara pembuat Kopi Simpar, Arpan (56) mengungkapkan keunikan Kopi Simpar, berada pada proses penyajiannya yang mengolah air murni dari pohon Kabong. 

"Masyarakat disini biasa menyebutnya ini namanya kopi simpar, keunikannya kalau kopi biasa itu diseduh pakai air masak mendidih. Simpar nih pakai air yang dihasilkan, dan diambil langsung dari pohon kabong," ujar Arpan, Jum'at (03/12/2021). 

Pembuatan Kopi Simpar oleh Arpan yang merupakan minuman khas Desa Tuik, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

 
Pembuatan Kopi Simpar oleh Arpan yang merupakan minuman khas Desa Tuik, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)   (bangkapos.com)

Baca juga: Timor Leste Mati-matian Ogah Pakai Bahasa Indonesia, Tapi Cuma 10% Rakyatnya Pakai Bahasa Portugis

Baca juga: Punya KTP Dengan Ciri-ciri Seperti Ini Dapat 5 Bantuan dari Pemerintah, Begini Cara Mengeceknya

Pohon Kabong setinggi 10 meter hingga proses perebusan yang masih menggunakan kayu, tentunya kian menambah cita rasa Kopi Simpar yang manis legit. 

"Jadi pertama itu kita mengambil air pohon kabong, terus kita saring dulu biar bersih sebelum dimasak dengan kuali. Sambil menunggu mendidih siapkan bubuk kopi biasa di gelas, ketika sudah masak aduk seperti biasa. Kalau rasanya pasti sudah manis tidak perlu lagi gula, karena memang air pohon kabong ini sudah manis sekali," jelasnya. 

Untuk membuat Kopi Simpar, Arpan mengungkapkan dapat menggunakan semua jenis kopi tergantung selera. Hal ini dikarenakan yang membuat Kopi Simpar memiliki rasa khas, yakni air murni gula aren yang dicampurkan ke kopi hingga membuat rasa kopi lebih nikmat. 

"Selain untuk simpar, air pohon kabong ini dijual untuk pembuatan gula aren, per liternya dijual Rp 50 ribu. Kalau disini ada dua pohon kabong, kalau panen siang ada 9 liter, kalau malam 4 liter jadi setiap hari 13 liter kira-kira. Dijual ke luar Bangka Barat misalnya ke Pangkal Pinang, tapi memang sering pembeli yang datang langsung kerumah," ucapnya. 

Arpan berharap untuk generasi muda juga dapat mewarisi cara pembuatan kopi simpar, agar dapat terus dinikmati dan tak lekang oleh jaman. 

Hal ini dikarenakan Arpan sudah bergelut, dalam pembuatan Kopi Simpar sejak 15 tahun yang lalu atau sekitar tahun 2006.

"Saya berharap sederhana lah, simpar ini ada yang muda-muda bisa bikin dan biar bisa terus dinikmati oleh orang banyak. Mudah-mudahan minuman khas dari Tuik ini semakin dikenal daerah lain, kopi simpar kopi dari Desa Tuik," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved