Breaking News:

Berita Sungailiat

Fakultas Hukum UBB Hadirkan Guru Besar Fakultas Hukum Indonesia, Prof Dr Topo Jadi Dosen Tamu

Jurusan Hukum Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung mengundang Prof Dr Topo Santoso, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Ist/FH UBB
Prof Dr Topo Santoso, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia sebagai dosen tamu dalam kegiatan Professorship/Dosen Tamu (PDT) di Ruang Video Conference FH UBB. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jurusan Hukum Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung mengundang Prof Dr Topo Santoso, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia sebagai dosen tamu dalam kegiatan Professorship/Dosen Tamu (PDT)  di Ruang Video Conference FH UBB.

Kegiataan dilaksanakan dalam 2 sesi, yakni sesi 1 kuliah umum dengan tema Sejarah dan Pembaruan Hukum Pidana dan sesi 2 dengan tema Pelatihan Penulisan Jurnal Internasional Bereputasi.

Acara ini dilaksanakan secara tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan dan dibuka oleh Wakil Dekan 1 Derita Prapti Rahayu

Prof Topo Santoso menjelaskan bahwa Sejarah Hukum Pidana Indonesia sangat panjang dan unik. 

"Dengan melandaskan pada sejarahnya, hukum pidana dipengaruhi oleh negara-negara yang pernah menjajah.  Belanda misalnya produk hukumnya sampai sekarang masih kita gunakan, yaitu Wetboek van Strafrecht voor Nederlands-Indie atau sering kita sebut KUHP,"  jelas Topo dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Sabtu (4/12/2021).

Baca juga: Ingat Langgar PPKM Selama Nataru Terancam Ditindak Tegas, Pesta Kembang Api Dilarang!

Baca juga: UBB Gelar MBKM Expo 2021, Unjuk Hasil Kerja Mahasiswa Program Kuliah Luar Kampus

Terkait pembaharuan hukum pidana, ada perubahan yang cukup signifikan dalam RUU KUHP yang kini dalam proses penyempurnaan. 

Acara diselingi pertanyaan dan diskusi serta closing statement bahwa masyarakat Indonesia harus senantiasa optimis dengan perancang RUU KUHP. 

Para ahli pidana yang diberikan amanah untuk menyelesaikan draft RUU KUHP telah bekerja dengan sangat keras. Berdoa saja, semoga dalam waktu dekat Indonesia segera mempunyai KUHP produk masyarakat Indonesia.

Pada sesi 2, hadir sebagai peserta ada para dosen Jurusan Hukum FH UBB, serta dosen undangan yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Ekonomi (FE). 

Pada sesi ini, guru besar yang pernah menjadi dekan di FH UI ini menyampaikan tentang penulisan jurnal internasional bereputasi, seperti bagaimana memetakan masalah, menentukan metodologi, menuangkannya dalam bentuk hasil dan pembahasan, serta yang tidak kalah penting adalah menyampaikan kebaharuan (novelty) dalam sebuah jurnal.

“Masalah besar yang sering dihadapi dan dilakukan oleh penulis jurnal hukum adalah kurang dalam saat menganalisis, bahkan cenderung memindahkan bunyi undang-undang. Selain itu, selama ini kita sering terjebak pada teori-teori tertentu. Itu tidak salah, Cuma sebaiknya kita mulai keluar dari teori-teori yang selama ini selalu dijadikan sebagai rujukan setiap kali menulis jurnal. Masalah lain, yakni dalam penyusunan judul, tidak atraktif,”  paparnya.

Baca juga: Peserta dari Kabupaten/Kota di Pulau Bangka Berlaga di Kejuaraan Panjat Tebing Bupati Cup Bangka

Baca juga: Tim Kelambit Buser Polres Bangka Tangkap 3 DPO, Mencuri Mesin Tempel Kapal di Belinyu

Dekan Fakultas Hukum UBB,Dwi Haryadi menyampaikan bahwa Kegiatan ini sangat bermanfaat tentunya secara keilmuan.

"Ini akan sangat bermanfaat karena para mahasiswa dan dosen mendapatkan materi langsung dari seorang guru besar yang selama ini kita akui kompetensinya baik dari sisi hukum pidana maupun dalam pengalaman penulisan jurnal mengingat beliau Peer reviewer dibeberapa jurnal. Semoga ditahun mendapat kegiatan serupa dapat kita selenggarakan kembali," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved