Breaking News:

Berita Bangka Barat

DBD di Bangka Barat Berpotensi KLB, 70 Persen Pasien Berasal dari Muntok, Dua Orang Meninggal Dunia

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kabupaten Bangka Barat, diketahui sekitar 70 persen penderita berasal dari Kecamatan Muntok. 

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Rizki Irianda Pahlevy
Plt Direktur RSUD Sejiran Setason Muntok, dr Rudi Faizul. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kabupaten Bangka Barat, diketahui sekitar 70 persen penderita berasal dari Kecamatan Muntok. 

Hal ini pun diungkapkan Plt Direktur RSUD Sejiran Setason Muntok, dr Rudi Faizul, terkait kasus DBD yang sudah tercatat sebanyak 112 kasus sepanjang tahun 2021.

"Dari laporan ada 112 kasus demam berdarah tersebar se-Kabupaten Bangka Barat, untuk di tahun 2021 dari bulan januari sampai Desember sekarang. Ada 30 kasus DBD yang dirawat di RSUD Sejiran Setason, kemudian terpusat di Kecamatan Muntok terdapat sekitar 70 persen dari kasusnya," kata dr Rudi Faizul, Senin (06/12/2021). 

Dari 112 kasus yang terjadi, dr Rudi Faizul mengatakan terdapat dua pasien yang dinyatakan meninggal dunia akibat terjangkit DBD. 

"Untuk di Muntok, di Kelurahan Keranggan, Kelurahan Menjelang, dan Desa Belo Laut disitu yang paling banyak. Bahkan sudah ada kematian dua anak terjadi, sehingga ada potensi akan terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) wabah demam berdarah," ungkap Rudi.

Baca juga: Ratusan Binaragawan Beradu Otot di Ajang Bupati Bangka Open, Diikuti Peserta dari Seluruh Indonesia

Baca juga: Unsri Geger Hingga Rektorat Panggil Dua Mahasiswi, Dosen Pelaku Pelecehan Seksual Tak Dihadirkan

Kondisi ini juga  diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Bangka Barat, Achmad Nursandi terkait daerah rawan DBD di Kecamatan Muntok. 

"Kelurahan Tanjung selanjutnya masih ada Keranggan, Sungai Baru dan Belo Laut ini termasuk rawan. Sebenarnya ini pengaruh cuaca pancaroba jadi ada hujan dan panas, ini merupakan cuaca yang baik untuk perkembangan jentik nyamuk," kata Sandi saat diwawancarai Bangkapos.com pada Jum'at (03/12/2021) lalu. 

Sandi berharap masyarakat memiliki kesadaran, khususnya memastikan tempat penampungan air terhindar dari jentik nyamuk. 

"Jadi ini yang perlu kita antisipasi agar masyarakat tau ada wabah DBD dan membuat mereka sadar. Jangan ada kata terlambat, nantinya ketika ada yang menderita DBD," jelasnya. 

Baca juga: Deretan Fakta dan Kronologi Erwin, Korban yang 2 Hari Hilang di Laut Ditemukan Sudah Meninggal Dunia

Sementara itu, satu diantara orang tua pasien demam berdarah Nia mengatakan, anaknya Heza (13) sudah lima hari mendapatkan perawatan di RSUD Sejiran Setason Muntok. 

"Anak saya sudah lima hari dirawat disini, dia muntah-muntah terus. Ini pertama kali anak saya terkena demam berdarah, saya himbau warga lain untuk memperhatikan pencegahan demam berdarah," ungkap Nia. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved