Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Tersangka Tipikor Pengadaan Atribut Satpol PP di Basel Diancam Kurungan Maksimal Seumur Hidup

Kejaksaan Negeri Bangka Selatan telah menetapkan dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Kabupaten Bangka Selatan

Penulis: Yuranda | Editor: khamelia
(Bangkapos.com/Yuranda)
Dua tersangka atas proyek pengadaan pakaian Linmas dan atribut Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka Selatan, digiring ke mobil tahanan Kejari Basel, Rabu (8/12/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kejaksaan Negeri Bangka Selatan telah menetapkan dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Kabupaten Bangka Selatan pada Rabu, (8/12/2021) siang.

Kedua tersangka yakni mantan Plt Kasat Pol PP Kabupaten Bangka Selatan berinisial RK dan pihak swasta PA yang merupakan mitranya.

Mereka ditetapkan tersangka lantaran dugaan korupsi sebesar Rp300 juta atas pengadaan pakaian Linmas dan atribut Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Tahun 2020 lalu.

Dari pantauan Bangkapos.com, saat keluar dari ruang penyelidikan Kejari Bangka Selatan, keduanya digiring dengan tangan terborgol serta mengenakan rompi warna pink dan tulisan Tahanan Kejaksaan Negeri Bangka Selatan.

Mereka juga tak banyak bicara saat digiring ke Mobil Tahanan Kejaksaan Negeri dan akan di bawa ke Rumah Tahanan Polres Bangka Selatan untuk dipenjara.

Terlihat saat keduanya digiring ada seorang perempuan yang menangis lantaran mengetahui bahwa keduanya akan di masukan ke dalam penjara. Wanita tersebut seketika pingsan saat keduanya langsung dimasukkan ke dalam mobil tahanan tersebut.

Kepala Sesi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Basel, Zulkarnain Harahap mengatakan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ini sudah berjalan sejak bulan 9 Maret 2021 lalu.

Perkara dugaan Tipikor pengadaan pakaian Linmas dan Atribut Satpol PP Kabupaten Bangka Selatan tahun 2020 ini sudah dilakukan ketingkat penyidikan sejak bulan Maret hingga Desember 2021.

"Proses ini berjalan hingga saat ini kami tetapkan tersangka, dari bulan Maret sampai Desember 2021 selama 9 bulan lantaran di masa Pandemi Covid-19 sehingga lama penyidikannya," kata Zulkarnain Harapan, Rabu (8/12/2021).

Dalam perkara ini, pihaknya sudah memeriksa sebanyak 24 saksi atas dugaan tindak pidana korupsi. Hingga akhirnya Pihaknya pun melakukan penetapan keduanya sebagai tersangka.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved