Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Fenomena La Nina, 2.203 Rumah di Bangka Belitung Terendam Banjir Rob

Ombak besar disertai angin kencang terus melanda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sejak Senin (6/12/2021) hingga Kamis (9/12/2021). Kondisi

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Seorang anak-anak di Kelurahan Pasir Putih saat sedang asyik berenang di depan rumahnya yang terendam banjir rob, Kamis (9/12/2021).(Bangkapos.com/Cepi Marlianto) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Ombak besar disertai angin kencang terus melanda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sejak Senin (6/12/2021) hingga Kamis (9/12/2021). Kondisi itu terjadi akibat adanya Fenomena La Nina.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebanyak 2.203 rumah diterjang banjir rob dan 270 rumah dihempas angin kencang.

Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa mengklaim, bencana alam yang terjadi di penghujung tahun 2021 ini merupakan yang terparah sejak kurun waktu lima tahun terakhir.

“Memang sudah diprediksi terjadinya perubahan cuaca akibat dari fenomena La Nina ditambah curah hujan yang cukup tinggi dan pasang air laut. Karena sekarang ini pengaruh bulan, di mana bulan sangat dekat dengan bumi sehingga pasang juga tinggi,” kata dia kepada Bangkapos.com, Kamis (9/12/2021).

Mikron berujar, banjir rob yang melanda 7 kabupaten kota yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki ketinggian yang bervariasi. Mulai dari ketinggian 10-70 sentimeter.

Selain banjir rob, fenomenal La Lina juga mengakibatkan angin kencang seperti yang terjadi di wilayah Bangka Selatan.  Sedikitnya tiga desa yang terdampak yakni Desa Bencah, Desa Delas dan Desa Sidoarjo di Kecamatan Air Gegas.

Dari 270 rumah yang terdampak sebanyak 100 rumah di antaranya mengalami rusak dengan kriteria berat.

“Rusak berat dalam artian ada 10 asbes yang terkena dan kayunya sudah hilang tertiup angin,” terang Mikron.

Di samping itu, lanjut dia, untuk daerah yang paling ter dampak fenomena La Nina yakni Kota Pangkalpinang.

Selain itu, daerah di pesisir Timur yang berbatasan langsung dengan laut Cina Selatan mulai dari Bangka Selatan hingga ke Belinyu juga terkena dampaknya.

“Pangkalpinang memang sangat riskan dan berpotensi. Belum lagi dengan banjir kiriman dari kabupaten sekitar sehingga sedikit susah air untuk surut di wilayah Kota Pangkalpinang karena bertabrakan airnya,” ujarnya.

Sementara itu, dengan adanya fenomena La Nina ini beruntungnya belum menimbulkan korban jiwa. Hanya saja satu orang mengalami luka ringan akibat tertimpa atap rumah saat terjadi angin kencang.

“Untuk korban jiwa kami baru mengevakuasi satu orang yang mengalami luka ringan di Bangka Selatan akibat tertimpa runtuhan atap,” tegas Mikron.

Selama empat hari bencana alam melanda, Mikron mengatakan, hari ini diprediksi menjadi hari terakhir peristiwa banjir rob dan angin kencang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Di mana puncaknya pada hari ini ketinggian air pasang mencapai 2,7 meter. “Hari ini diprediksi menjadi banjir rob terakhir, yang mana air pasang setinggi 2,7 meter dan dimulai jam 10.00 WIB dan kemungkinan air juga masih naik,” kata Mikron.

Namun demikian, banjir rob yang melanda sampai hari ini belum dikategorikan sebagai bencana alam, lantaran beberapa jam kemudian banjir telah surut dan tak mengganggu aktivitas masyarakat.

“Ini belum kami kategorikan sebagai bencana karena, kondisi selanjutnya langsung surut sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.

Kendati begitu, ucap Mikron, pihak BPBD sendiri dibantu dengan stakeholder terkait masih menyiagakan sejumlah personel di 7 kabupaten kota di Bangka Belitung guna membantu evakuasi warga apabila terjadi banjir susulan.

“Seperti di Kota Pangkalpinang ada 100 lebih yang disiapkan oleh BPBD belum lagi personel lain yang terlibat dengan kebencanaan seperti TNI-Polri, Basarnas dan OPD lainnya,” katanya. ( Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved