Breaking News:

Berita Sungailiat

Hujan Lebat Disertai Banjir Rob, Kepala BPBD Bangka Sebut Sekitar 739 Rumah Terendam

Hujan Lebat Disertai Banjir Rob, Kepala BPBD Bangka Sebut Sekitar 739 Rumah Terdampak

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kamis (9/12/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bencana Alam banjir rob yang merendam sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih terus terjadi sampai hari ini, Kamis (9/12/2021), termasuk di Kabupaten Bangka.

Sejak beberapa hari yang lalu, sejumlah titik di Kota Sungailiat terendam banjir rob dikarenakan tingginya gelombang pasang air laut.

Akibatnya, sekitar 4 hari terakhir ini warga masyarakat yang terdampak banjir rob seperti di Kampung Nelayan 1, Kampung Nelayan 2, Kampung Pasir dan Air Hanyut harus terhambat aktivitasnya dan menelan sejumlah kerugian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, M Nursi menyebutkan bahwa setidaknya ada ratusan rumah warga yang terdampak banjir rob tahun ini.

"Data kami kemarin ada sekitar 739 rumah warga yang terendam banjir rob. Termasuk kemarin rumah-rumah warga di Desa Pagarawan," kata Nursi saat dihubungi Bangkapos.com, Kamis (9/12/2021).

Baca juga: Talud Ambrol Sepanjang 20 Meter saat Hujan Deras Mengguyur Pangkalpinang

Baca juga: Fenomena La Nina, 2.203 Rumah di Bangka Belitung Terendam Banjir Rob

Diakuinya, Desa Pagarawan, Merawang yang baru tergenang Banjir Rob kemarin, Rabu (8/12/2021) terjadi dikarenakan adanya luapan dari Sungai Selindung.

Hal tersebut, dikarenakan rumah-rumah yang ada di sekitar lokasi tersebut memang berada di dataran rendah.

"Hari ini pun beberapa wilayah masih ada yang banjir, tapi memang yang paling parah itu hari kemarin," ujarnya.

Menurut Nursi, banjir rob yang terjadi tahun ini menimbulkan potensi bahaya yang lebih besar dari tahun sebelumnya.

Pasalnya, curah hujan yang tinggi ditambah dengan fenomena la nina yang masih akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan dapat memperburuk keadaan.

"Kalau banjir rob ini kan dampaknya bagi rumah-rumah yang berada di pesisir. Sedangkan kalau banjir karena hujan lebat itu dampak banjirnya ke rumah-rumah warga yang di dataran rendah. Yang kita takutkan itu kalau dua-duanya terjadi bersamaan, karena bisa bikin kota ini tenggelam," jelasnya.

Baca juga: Tim Gabungan Perbaiki Rumah Warga Desa Bencah yang Rusak Akibat Disapu Puting Beliung

Baca juga: Hujan Semakin Lebat Menjelang Akhir Tahun, Angin Kencang pun Melanda, Begini Peringatan BMKG

Oleh karena itu, dia tak bosan-bosan untuk mengimbau masyarakat agar senatiasa.

Nursi juga berpesan agar para nelayan tidak melakukan aktivitas melaut terlebih dahulu, mengingat saat ini cuaca sedang buruk dan sudah banyak kasus orang hilang dan tenggelam di laut.

"Satu lagi, yang tak kalah penting juga adalah mari kita jaga lingkungan kita dan tidak membuang sampah di laut, sungai dan selokan," pesannya.

( Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved