Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kepala Dinas Pertanian Ditahan Karena Tersandung Kasus Korupsi, Wagub Babel: Diberhentikan Sementara

Hakim Pengadilan Negeri kelas 1A kota Pangkalpinang telah menetapkan terdakwa Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel

Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
Diskominfo Babel
Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Wagub Babel), Abdul Fatah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hakim Pengadilan Negeri kelas 1A kota Pangkalpinang telah menetapkan terdakwa Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Juaidi, mulai 8 Desember untuk dilakukan penahanan.

Pengadilan Negeri kelas 1A kota Pangkalpinang telah menetapkan berdasarkan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

Para terdakwa ini, ditahan karena terjerak kasus korupsi pada pengadaan konstruksi ferrocemet kelompok tani Sejahtera Desa Kemuja dan Kelompok Tani Benua Cemerlang Desa Paya Benua, Kecamatan Mendo Barat.

Mengenai penahan tersebut, Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah berkomentar, ia mengatakan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsu Babel, Juaidi, telah diberhentikan sementara.

"Di berhentikan sementara, bukan dinon aktifkan. Namun begitu proses dikatakan clean dan clear direhabilitasi kembali. 
Karena kalau sudah dinyatakan tersangka kemudian peran kita sudah mengeksekusinya berkaitan dengan ke ASNnya. Yang pasti tidak boleh lagi melakukan transaksi administrasi," kata Abdul Fatah kepada Bangkapos.com, Kamis (9/12/2021) di ruang kerjanya.

Abdul Fatah mengatakan gubernur telah menyiapkan pengganti Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Juaidi yang telah dilakukan penahanan.

"Sudah dipersiapkan, tetapi menunggu gubernur kembali (dari dinas luar-red). Sejak dikatakan ditahan pada tanggal itu juga sudah ada yang baru, untuk pelaksana tugas. Tetapi karena gubernur tidak ada di tempat, saya tidak bisa melakukan kecuali didelegasikan ke saya ini menunggu dia dahulu," ujarnya.

Dalam menetapkan pelaksana tugas kepala dinas, Abdul Fatah, mengatakan pemerintah provinsi melakukan dengan kehati-hatian untuk mencari mengganti pejabat sebelumnya.

"Untuk pelaksanan tugas menetapkanya dengan kehatian hatian, siapa yang menjadi pejabat pelaksana tugas disana," terangnya.

Dengan telah ditahanya dan digantikanya posisi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Abdul Fatah memastika tidak mengganggu program dan pelayanan di dinas tersebut.

"Ada atau tidak ada pimpinan disuatu OPD atau SKPD pekerjaan harus tetap berjalan dan optimal. Para pejabat pimpinan yang berhalangan sementara dan seterusnya harus ada yang bertanggungjawab dalam mekanisme, untuk melaksanakan tugas sebagai kepala dinas," kata mantan Sekda Belitung ini.

Pria kelahiran Beltim ini, menambahkan terkait persolan hukum pejabat di Pemprov Babel akan diberlakukan sama, apabila tersandung hukum, mereka mengutamakan asas praduga tidak bersalah, sebelum resmi ditetapkan tersangka dalam proses hukum.

"Kita tetap saja dengan posisi praduga tidak bersalah. Tetapi apabila sudah ada ketetapan, telah ditetapkan tersangka tidak ada waktu dan tidak boleh lagi menunda harus segela eksekusi dengan persepetif ASN," katanya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved