Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Motor Pegendara pun Mogok Akibat Genangan Air di Kawasan Jembatan Air Selindung  

Sejumlah pemotor terpaksa harus mendorong atau menuntun motornya yang mogok akibat genangan air yang terjadi

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Warga saat menuntun motornya saat mogok akibat genangan air di Jalan Raya Sungailiat-Pangkalpinang, tepatnya di Kawasan Jembatan Air Selindung pada Kamis (9/12/2021) (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sejumlah pemotor terpaksa harus mendorong atau menuntun motornya yang mogok akibat genangan air yang terjadi di Jalan Raya Sungailiat - Pangkalpinang, tepatnya di Kawasan Jembatan Air Selindung, Kamis (9/12/2021) siang.

Kendati pun mengalami penyurutan jika dibandingkan pada genangan, Rabu (8/12/2021) kemarin, memang sudah mengalami penurunan kedalaman air, namun tetap saja masih banyak kendaraan yang mengalami kendala saat melalui genangan air ini.

Kedalaman air di lokasi ini juga telah mengalami penyusutan, di mana saat ini tingkat kedalaman air hanya mencapai betis orang dewasa, tidak parah jika dibandingkan dengan kejadian kemarin yang mana kedalaman air mencapai lutut orang dewasa.

Berdasarkan pantauan Bangkapos.com di lokasi sekira Pukul 12.50 WIB, kepadatan kendaraan yang melalui jalan penghubung Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang ini masih ramai dilalui oleh pengendara baik roda dua maupun roda empat meskipun jalan masih digenangi air.

Bahkan sejumlah kendaraan sepeda motor mengalami mati mesin alias mogok akibat genangan air yang menutup aspal.

Hendri, Warga Pangkalpinang yang motornya mengalami mogok cukup kaget saat kendaraannya tiba-tiba mati mesin. Untuk itu ia terpaksa harus menuntun motornya untuk mencapai jalan yang tak tergenang.

"Tadi waktu di tengah-tengah itu motor saya mati tiba-tiba, agak panik karena di belakang saya ternyata banyak mobil dan untungnya mereka (pengendara lainnya -red) mengerti juga," ujar Hendri kepada bangkapos.com pada Kamis (9/12/2021) siang.

Hendri juga mengakui jika kedalaman air saat ini di area Jembatan Air Selindung juga sudah tidak separah kemarin.

"Iya sudah mulai surut, kemarin malah lebih parah karena lebih dalam dan lebih panjang lagi. Macetnya juga tidak separah kemarin," ujarnya.

Ia mengakui kendatipun banjir atau genangan air terjadi, Hendri tetap harus melaluinya karena ia harus bekerja di Kecamatan Merawang.

"Mau dak mau lewat sini karena akses nya lebih dekat dengan tempat kerja saya," katanya. ( Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved