Breaking News:

OPINI

Pendidikan Penyadaran di Tengah Pandemi Covid-19

Pada Agustus 2021, dunia maya menyebarkan berita yang memprihatinkan banyak pihak dengan mengungkap kisah siswa-siswi Kecamatan Kinal

Editor: Edi Yusmanto
dok/Angelina
Guru Sekolah Dian Harapan (SDH) Bangka Angelina Anggun Sari 

PENDIDIKAN PENYADARAN DI TENGAH PANDEMI

Guru Sekolah Dian Harapan (SDH) Bangka Angelina Anggun Sari

BANGKAPOS.COM - Pada Agustus 2021, dunia maya menyebarkan berita yang memprihatinkan banyak pihak dengan mengungkap kisah siswa-siswi Kecamatan Kinal, Kabupaten Kaur, Bengkulu, ketika mereka mengikuti pembelajaran online saat pandemi COVID-19.

Tomi Defantri, seorang warga setempat mengungkapkan hanya ada satu dari 12 desa di Kecamatan Kinal yang memiliki sinyal ponsel (Kompas.com, 2021).

Detik.com (2021) menambahkan bahwa siswa-siswi tersebut setiap harinya menempuh perjalanan sampai lebih dari 3 km untuk menemukan titik yang tersedia akses internet, di dekat tepian sungai. Kisah serupa muncul ke publik pada Oktober 2021.

Kali ini keterbatasan jaringan internet dialami oleh para siswa SD Langgo, NTT, saat mereka sedang mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Kisah ini viral ketika tersebar foto seorang siswa yang harus dipanggul gurunya agar bisa mengakses sinyal saat mengerjakan ANBK tersebut.

Foto lainnya memperlihatkan seorang guru yang harus memanjat di pojokan sekolah untuk mendapatkan sinyal saat mengisi Survei Lingkungan Belajar.

Mirisnya, ketika seluruh sekolah di dunia, terutama di Indonesia harus ‘banting setir’ ke pembelajaran online, ternyata masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang masih kesulitan mendapatkan jaringan internet.

Kedua contoh kenyataan miris yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia, terutama di masa-masa pandemi ini sangatlah memprihatinkan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved