Breaking News:

Talud Ambrol Sepanjang 20 Meter saat Hujan Deras Mengguyur Pangkalpinang

Hujan deras yang mengguyur Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung sejak Rabu (8/12/2021) sampai Kamis (9/12/2021) pagi mengakibatkan talud

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: fitriadi

BANGKAPOS.COM -- Hujan deras yang mengguyur Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung sejak Rabu (8/12/2021) sampai Kamis (9/12/2021) pagi mengakibatkan talud setinggi dua meter di Kelurahan Kejaksaan ambrol sepanjang 20 meter.

Ambrolnya talud tersebut mengancam satu rumah yang berjarak 15 meter dari lokasi longsoran.

Talud itu ambrol berawal robohnya pohon ketapang dan kelapa yang ada di lokasi roboh ke aliran sungai.

Abu (60) warga setempat mengatakan, talud tersebut longsor dan mengakibatkan pohon tumbang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Abu berujar, tak ada tanda-tanda ataupun bunyi terkait longsornya talud dan tumbangnya beberapa pohon dan tiang listrik ini.

Menurut dia yang saat itu sedang berada di teras rumah pohon dan tiang listrik tersebut tumbang secara tiba-tiba, setelah tanggal tersebut diterjang air pasang. Bahkan ketinggian air satu jengkal lagi meluap ke permukiman warga.

Baca juga: Belum Sempat Malam Pertama, Pengantin Wanita Ini Diusir Mertua dan Diseret Polisi dari Pelaminan

Baca juga: Cuma 15 Detik Saja, Inilah Video Baru Gisel Unjuk Kelihaian Bergoyang, Ditonton 26 Juta Kali

Baca juga: Diburu Kolektor, Uang Kertas Rp 5 Ribu Dibeli Rp 30 Juta Asal Memiliki Kriteria Seperti Ini

Talud tersebut memang sudah retak dari beberapa tahun lalu. Bahkan warga sekitar telah mengadukan hal tersebut kepada pemerintah Kota Pangkalpinang.

Namun sampai sekarang, hingga talud roboh tidak ada tindak lanjut dari pemerintah setempat. Belum lagi dengan adanya pohon yang berukuran besar.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Dedi Revandy menyebut, setelah menerima laporan adanya talud ambrol dan mengancam rumah warga, petugas tim reaksi cepat (TRC) BPBD langsung menuju ke lokasi bersama stakeholder terkait untuk melakukan asesmen dan pembersihan material longsoran talud.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun untuk kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.

Saat ini petugas gabungan juga masih melakukan fokus pada pembersihan longsoran dan melakukan perbaikan talud. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved