Breaking News:

455 Orang Ikuti Seleksi PPPK Guru di Pangkalpinang, Rebut 189 Formasi yang Masih Kosong

Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru tahap dua tahun 2021 di Kota Pangkalpinang sudah berakhir pada, Kamis kemarin.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/dokumentasi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru tahap dua tahun 2021 di Kota Pangkalpinang sudah berakhir pada, Kamis kemarin (9/12/2021).

Seleksi PPPK Guru tahap dua berlangsung selama 3 hari yakni 7-10 Desember 2021.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi menyebut, hingga kemarin ada 455 guru di Kota Pangkalpinang yang mengikuti seleksi PPPK tahap dua.

"Alhamdulillah tahapan seleksi sudah selesai kita laksanakan, apapun hasilnya itulah bukti kerja keras para peserta selama ini. Semua langsung dikelola oleh Kemendikbud kami hanya membanatu saja," ujar Eddy kepada Bangkapos.com, Jumat (10/12/2021).

Para peserta seleksi CPPPK Guru di Kota Pangkalpinang saat sedang serius mengerjakan soal ujian di SMA Negeri 3 Pangkalpinang, Senin (13/9/2021) siang.
Para peserta seleksi CPPPK Guru di Kota Pangkalpinang saat sedang serius mengerjakan soal ujian di SMA Negeri 3 Pangkalpinang, Senin (13/9/2021) siang. (Bangkapos.com/Dokumentasi)

Baca juga: Belum Sempat Malam Pertama, Pengantin Wanita Ini Diusir Mertua dan Diseret Polisi dari Pelaminan

Baca juga: Diburu Kolektor, Uang Kertas Rp 5 Ribu Dibeli Rp 30 Juta Asal Memiliki Kriteria Seperti Ini

Eddy menyebut total formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Pangkalpinang sebanyak 307 formasi.

Yang berhasim lolos seleksi PPPK tahap 1 kemarin baru 118 guru honorer negeri, masih tersisa 189 lagi.

Dengan demikian, Eddy berharap formasi yang masih kosong belum terisi itu dapat kembali diisi oleh guru honorer di Kota Pangkalpinang.

"Tahap 1 sudah lulus 118 orang, masih ada tahap 2 dan 3 yang masih bisa ikut tes lagi. Tahap 2 untuk guru swasta dan tahap 3 untuk umum, kita berharapnya memang sejak awal formasi PPPK ini bisa diisi oleh guru-guru honorer kita, apalagi yang sudah lama-lama," sebutnya.

Menurutnya, seleksi PPPK ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menyelesaikan masalah pendidikan di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal.

Diantaranya yaitu masalah kekurangan guru, kesejahteraan, dan perlindungan guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun.

"Rekrutmen guru ini merupakan upaya mengangkat derajat guru karena profesi guru adalah profesi mulia dan terhormat. Dan ini adalah suatu hal yang jadi PR besar bersama, pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan keadilan kepada guru honorer ini," jelasnya.

Eddy menegaskan, kebijakan mendorong guru honorer menjadi PPPK merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan guru.

"Kalau CPPPK itu lulus penempatannya ya diformasi yang mereka sekarang, karena yang diajukan itu memang berdasarkan formasi yang sekarang ini untuk memenuhi dan mewujudkan kesejahteraan guru-guru kita," bebernya.

Eddy mengatakan, kebijakan ini juga bertujuan membuat guru nyaman mengajar. Sehingga kesejahteraan guru memang tercapai dengan baik. ( Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved