Gosip Selebritis
Tak Disangka, Dono Warkop DKI Ternyata Lulusan Kampus Terkenal Ini, Pernah Jadi Asdos Profesor
Meski dikenal sebagai pemain film di jalur komedi, siapa sangka Dono ternyata seorang jenius selama mengenyam pendidikan
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM - Pelawak legendaris Indonesia, Dono Warkop DKI memang tak bisa dilupakan oleh netizen tanah air.
Meski telah lama tiada, setiap aksinya kala bermain akting terus dikenang banyak orang terlebih para penggemarnya hingga saat ini.
Gaya dan mimiknya yang khas pun acap kali banjir gelak tawa dari para penonton.
Diketahui, Dono Warkop DKI telah wafat diusia 50 tahun pada 2001 lalu.
Meski dikenal sebagai pemain film di jalur komedi, siapa sangka Dono ternyata seorang jenius selama mengenyam pendidikan.
Pria kelahiran 30 September 1951 tersebut tercatat mengenyam pendidikan di SDN 1 Kebon Dalem, SMP N 2 Klaten, dan SMA N 3 Surakarta.
Ketika duduk dibangku SMA, Dono berangkat dengan mengayuh sepeda puluhan kilometer dari rumahnya menuju ke sekolah.
Semasa menjadi mahasiswa, pria asal Klaten tersebut juga aktif dalam Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) bersama kedua rekannya, Kasino dan Nanu.
Itulah sebabnya film-film Warkop DKI kebanyakan memperlihatkan aktivitas mereka sebagai pecinta alam.
Tergolong sebagai mahasiswa yang cerdas, membawa Dono menjadi jadi asisten dosen "Bapak Sosiologi Indonesia" ,yakni Prof. Selo Soemardjan.
Pemilik nama asli Wahjoe Sardono kerap menjadi asisten untuk menangani kuliah kelompok.
Rupanya Dono diketahui gemar menggeluti bidang sosiologi, karena tak semua mahasiswa bisa menjadi asisten Prof. Selo Soemardjan.
Bahkan, Dono sempat jadi pemateri di kuliah umum ketika Prof. Selo Soemardjan berhalangan hadir.
Dono termasuk mahasiswa yang kritis dan dikenal sebagai aktivis UI.
Tak hanya aktif dalam kegiatan kampus, dirinya juga melakukan berbagai kegiatan di luar kampus.
Dia mengisi acara Warung Kopi Prambors di radio swasta Prambors.
Saat menjadi penyiar radio, Dono bergabung dengan kelompok lawak Warung Kopi Prambors yang didirikan setahun sebelumnya.
Dono bersama Kasino, Indro, dan Nanu mengisi acara Warung Kopi Prambors yang bergaya obrolan warung kopi yang membesarkan namanya hingga menjadi aktor film komedi layar lebar.
Dono Warkop DKI juga pernah menjadi kartunis di redaksi surat kabar ibu kota.
Setelah itu pelawak tersebut juga berprofesi sebagai dosen sosiologi di FISIP UI.
Mendiang dari istri Titi Kusumawardhani ini meninggalkan tiga orang anak, yakni Andika Ario Seno (21), Damar Canggih Wicaksono (15), dan Satrio Sarwo Trengginas (9).
Sebelum wafat, Dono sempat mengkhawatirkan nasib ketiga buah hatinya.
Hal ini seperti yang diungkapkan sang adik, Rani kala itu.
"Dia bilang, gimana ya, kalau saya pergi. Anak-anak masih pada sekolah," ujar Rani menirukan Dono.
"Saya bilang, Sudahlah, Mas. Diikhlaskan saja. Toh, semua persoalan pasti ada jalan keluarnya. Enggak usah dipikir. Kami adik-adikmu masih mampu untuk merawat mereka," ujar Rani sambil menyatakan rasa syukur karena Dono tidak sampai menderita terlalu lama.
Kini, ketiga anak Dono terbilang sukses, bahkan ada yang menjadi lulusan Teknis Nuklir Swiss.
(Bangkapos.com/Vigestha Repit)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/dono-warkop-dki.jpg)