Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Antisipasi Masuknya Omicron, Dinkes Bangka Beliting Perketat Prokes Saat Nataru

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka Belitung akan melakukan antisipasi kasus Covid-19 di Bangka Belitung dengan berbagai upaya.

Penulis: Rusaidah CC | Editor: fitriadi
Bangka Pos/Cici Nasya Nita
Kepala Dinkes babel dr Andri Nutirto bersama Wakil Rakyat Mehoa dan Johansen, Jumat (10/12). 

PANGKALPINANG, BANGKA POS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka Belitung akan melakukan antisipasi kasus Covid-19 di Bangka Belitung dengan berbagai upaya.

Mempercepat target cakupan vaksinasi hingga dosis kedua, memperketat protokol kesehatan (prokes) dan meningkatkan 3T (tracking, tracing dan treatment).

Untuk mempercepat vaksinasi, diharapkan peran serta seperti kesadaran masyatakat untuk mau divaksinasi.

"Natal dan Tahun Baru ini tentu ada potensi kerumunan, maka protokol kesehatan harus ketat. Walaupun Babel termasuk enam terbaik dalam pelaksanaan vaksinasi namun tidak membuat lengah untuk menangani Covid-19 dan harus mengantisipasi varian virus baru Omicron," ujar Kepala Dinkes Bangka Belitung, dr Andri Nutirto saat Ngopi 24 Bangka Pos bertema 'Antisipasi Covid-19 Saat Natal dan Tahun Baru' di Santika Hotel, Jumat (10/12).

Atas capaian vaksinasi ini diakuinya tentu karena sinergi berbagai pihak seperti TNI, Polri dan stakeholder lainnya.

Baca juga: Kabar Terbaru BBM Langka di Bangka, Ratusan Kendaraan Antre, Kapal Tangker Angkut BBM Tiba di Bangka

Baca juga: Dulu Jadi Cinta Mati Mandra, Begini Wajah Munaroh Sekarang, Cantiknya Selevel dengan Maudy Koesnaedi

Baca juga: Ini yang Bikin Istri Ketiga Pak Tarno Luluh dan Bucin, Sampai Sang Pramugari Nggak Bisa Tidur

Hingga saat ini capaian vaksinasi di Bangka Belitung untuk dosis pertama sudah menyentuh angka 74 persen dan dosis kedua 55 persen.

"Strategi khusus Natal dan Tahun Baru tentu pertama tetap ingin bersinergi dan kolaborasi, kedua kita ingin mendorong vaksinasi pada akhir tahun bisa 100 persen," katanya.

Bahkan dia berharap agar vaksinasi lengkap atau dosis kedua bisa menjadi syarat untuk masyarakat menikmati layanan umum.

"Kami berharap vaksinasi lengkap itu untuk memasuki tempat umum, ini harapan kami dari sisi medis, bahkan kalau bisa untuk mendapatkan bantuan juga disyaratkan vaksinasi, sehingga masyarakat terdorong melakukan vaksinasi," katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah Mehoa menyayangkan masyarakat yang belum melakukan vaksinasi.

"Saya menyayangkan belum 100 persen vaksinasi, saya mengimbau mari pro aktif, penting sekali masyarakat untuk mau divaksin," tegasnya.

Dia menyebutkan tempat vaksin sudah banyak bisa di puskesmas dan layanan publik seperti di bandara telah menyediakan.

"Anak-anak muda di desa tolong mau ya, ini misi kemanusian, ini perlu kerja bersama. Nataru akan ada mobilitas, juga kerap berkumpul dalam suka cita namun haruslah menjaga kondisi agar kondusif. Kita harus peduli untuk kita bersama dan kurangi mobilitas yang tidak penting, maka dalam kondisi ini juga ada bencana, bisa saja kita saling dengan berbagi kasih," sarannya.

Sementara itu Anggota Komisi IV DPRD Bangka Belitung Johansen Tumanggor mengatakan, saat Nataru penting menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan akurasi pemeriksaan 3T.

"Nataru memang konsentrasi terkait ibadah di gereja, biasanya gereja akan ada penambahan, perlu disiasati, katanya ada penjadwalan kebaktiannya, ada beberapa kali sehingga ada jarak saat melakukan ibadah. Saya juga setuju Nataru nanti itu protokol kesehatan harus diperketat dan akurasi pemeriksaan harus benar-benar," katanya. (s2)

Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved