Breaking News:

Berita Sungailiat

Kejar Target Vaksinasi, Stakeholder di Kabupaten Bangka Berembuk, Door To Door Alternatif Terakhir

Pemerintah Kabupaten Bangka terus berupaya mencapai target vaksinasi covid-19 sebesar 70 persen sebelum tahun 2022

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
Rapat kordinasi percepatan vaksinasi covid-19 bersama seluruh stakeholder di Kabupaten Bangka, Sabtu (11/12/2021) di rumah dinas Bupati Bangka, Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka terus berupaya mencapai target vaksinasi covid-19 sebesar 70 persen sebelum tahun 2022.

Sampai saat ini, diketahui bahwa target vaksinasi di Kabupaten Bangka masih berada pada angka 63,97 persen untuk dosis 1 dan 53,4 persen untuk dosis 2.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bangka melakukan rapat kordinasi bersama seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Bangka, Sabtu (11/12/2021) di rumah dinas Bupati Bangka, Sungailiat.

Pada kesempatan itu, rapat kordinasi percepatan target vaksinasi tersebut diikuti oleh Bupati Bangka Mulkan, Kejari Bangka, jajaran Kepala OPD, camat, lurah, kades hingga babinsa dan bhabinkamtibmas di Kabupaten Bangka.

Baca juga: Siapa Saja yang Dapat Gratis Vaksinasi Booster Mulai Januari 2022, Menteri Luhut Angkat Bicara

Baca juga: Banyaknya Antrean BBM, Bupati Bangka Ingatkan Pengendara Tetap Gunakan Masker Saat Mengantre

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra mengatakan bahwa rapat yang diadakan kemarin membahas tentang data vaksinasi Covid-19 yang banyak terjadi ketidaksamaan.

"Pas rapat kemarin itu, beberapa kades dan camat banyak yang tidak hadir karena ada acara lain. Oleh karena itu, nantinya akan dilakukan rapat kordinasi lagi pada hari Rabu tanggal 15 Desember nanti bersama dengan para kades dan camat yang wilayahnya belum mencapai target vaksin 70 persen," kata Boy saat dihubungi Bangkapos.com, Minggu (12/12/2021).

Selanjutnya, rapat akan difokuskan terlebih dahulu untuk pencocokan data karena ada beberapa desa yang data capaian vaksinasinya berbeda.

"Jadi nanti akan kita singkronkan data capaian vaksinasi antara Polsek, Puskesmas dan data yang ada di pemerintah desa. Misalnya, pihak kecamatan menyebutkan capaian vaksinasinya 80 persen, tapi ternyata datanya beda dengan yang ada di Puskesmas. Nah, tujuannya adalah untuk menyatukan data tersebut," lanjut Boy Yandra.

Baca juga: Dua Kapal Tangker Selesai Bongkar, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Empat Hari ke Depan

Setelah itu, barulah akan dilakukan upaya percepatan vaksinasi Covid-19 di desa, kelurahan ataupun kecamatan yang capaiannya belum 70 persen.

"Kita fokuskan dulu dimana desa yang banyak kurang capain vaksinasinya dan akan kita gempur di situ," katanya.

Di samping itu, turut dibahas juga upaya percepatan vaksinasi covid-19 dengan cara door to door.

"Itu alternatif terakhir, soalnya  itu menghabiskan banyak waktu namun hasilnya sedikit," terangnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved