Minggu, 26 April 2026

Berita Bangka Selatan

Nelayan Toboali Diserang Buaya saat Mencari Udang di Pantai Tanjung Ketapang Basel

Herman (61) seorang nelayan di Jalan Sriwjaya Tanjung Ketapang, Toboali Kabupaten Bangka Selatan mengalami luka di bagian kaki lantaran diterkam buaya

Penulis: Yuranda | Editor: khamelia
Ist/PPS Alobi Babel
ILUSTRASI--Buaya pemangsa penambang TI di Riausilip, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung yang berhasil ditangkap warga, Sabtu (17/10/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Herman (61) seorang nelayan di Jalan Sriwjaya Tanjung Ketapang, Toboali Kabupaten Bangka Selatan mengalami luka di bagian kaki lantaran diterkam buaya saat menjaring udang di Pantai Tanjung Ketapang, Minggu (12/12/2021) dinihari.

Nelayan ini mengalami luka cukup serius di bagian kaki kanan akibar serangan reptil ganas tersebut. Sehingga harus terbaring lemah di kediamannya dan untuk sementara dirinya tidak bisa melaut.

Berdasarkan kronologis, pada Minggu (12/12/2021) sekitar pukul 04.00 WIB dinihari. Korban ini turun ke laut Tanjung Ketapang guna menjaring undang rebon yang biasa digunakan bahan baku terasi.

Herman (61) nelayan di Jalan Sriwjaya Tanjung Ketapang, Toboali Kabupaten Bangka Selatan, korban diterkam buaya, Minggu (12/12/2021)
Herman (61) nelayan di Jalan Sriwjaya Tanjung Ketapang, Toboali Kabupaten Bangka Selatan, korban diterkam buaya, Minggu (12/12/2021) ((Istimewa))

Saat korban sedang 'nyungkur' atau menjaring udang,  tiba-tiba datang seekor buaya dan langsung menerkam kaki korban.  Beruntung, korban masih bisa menyelamatkan diri.

Reptil ganas itu sempat tak melepaskan gigitannya, namun lantaran korban melawan menusuk matanya sehingga predator tersebut melepas gigitannya dan berlari.

"Buayanya gak terlalu besar panjangnya sekitar satu meter lebih. Alhamdulillah ayah selamat karena pas digigit ayah berhasil nusuk matanya (buaya--red)," kata Aan anak korban.

Ia berharap ada perhatian serius dari pihak terkait akan keberadaan buaya di perairan Tanjung Ketapang dan sekitarnya karena sangat meresehkan nelayan pesisir dan  mengancam jiwa para nelayan.

"Karena ini bukan kejadian pertama kali, belum lama ini ada juga di laut Padang. Tentunya nelayan jadi resah jangan sampai menelan korban jiwa," ucapnya.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved