Breaking News:

SMKN 1 Toboali Tingkatkan Kompetensi Siswa dan Guru

SMK Negeri 1 Toboali Bangka Selatan menggandeng lima industri guna meningkatkan kompetensi siswa di bidang kejuruan masing-masing saat Praktik Kerja

Penulis: iklan bangkapos | Editor: Fery Laskari
SMK N 1 Toboali
Perjanjian kerja sama SMKN 1 Toboali dengan lima dunia industri. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- SMK Negeri 1 Toboali Bangka Selatan(Basel)  menggandeng lima industri guna meningkatkan kompetensi siswa di bidang kejuruan masing-masing saat Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Industri yang digandeng sekolah ini di antaranya, PT Suzuki Jagorawi Motor Babel, PT Faluya Karya Persada Konsultan, PT Honda Asia Surya Perkasa, PT Haleyora Power Area Bangka dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Perjanjian kerjasama dengan PT. Honda ASIA SURYA PERKASA
Perjanjian kerjasama dengan PT. Honda ASIA SURYA PERKASA (SMK N 1 Toboali)

Kelima Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) diisi lima jurusan di SMKN 1 Toboali yakni Desain Permodelan dan Informasi Bangunan, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan Teknik Komputer dan Jaringan.

Kepala SMK Negeri 1 Toboali Aryanto mengatakan, program kerja sama dengan industri atau LINK AND SUPER MATCH ini sudah enam bulan dilaksanakan mulai dari Juni sampai Desember 2021.

Program ini akan terus berjalan dengan tujuan meningkatkan kompetensi para siswa di bidang masing-masing, sehingga setelah mereka lulus mereka sudah siap untuk bekerja atau berwirausaha.

Perjanjian kerjasama dengan PT.  HALEYORA POWER AREA BANGKA
Perjanjian kerjasama dengan PT. HALEYORA POWER AREA BANGKA (SMK N 1 Toboali)

Sebelumnya, Aryanto juga menyebut pihaknya dengan dunia industri sudah menyusun kurikulum sesuai dengan dunia industri. Hal itu dilakukan jangan sampai ada perbedaan antara teori yang di ajarkan di sekolah dan praktik di dunia usaha dunia industri.

"Pertama, kami rapat koordinasi dengan mitra DUDI membangun kerja sama dan menyusun kurikulum sesuai dengan usaha industri. Kenapa demikian karena dikhwatirkan ada perbedaan antara praktik dan teori di sekolah," kata Aryanto, Minggu (12/12).

Guna menyinkronkan antara teori dan praktik, pihaknya memerintah dua orang guru untuk magang di PT Suzuki Jagorawi Motor Babel untuk menyerap ilmu di sana dan diajarkan kepada siswa di sekolah tersebut.

"Dua orang guru jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, sudah kami magangkan di sana untuk belajar di Industri, sehingga nantinya para guru ini akan mengajarkan sesuai ada di lapangan, jadi para siswa ini sudah ada bahan," ucapnya.

Selain itu tambahnya, pihak sekolah juga memikirkan pengembangan karir peserta didiknya dan penguatan BKK melalui penelusuran tamatan (Tracer Study) dengan cara mendata para siswa di tiga tahun terakhir.

"Itu kami lakukan guna melihat karir mereka, mana yang sudah kerja dan sesuai dengan jurusan atau tidak serta belum bekerja. Anak itu dari awal sudah dibimbing minat bakatnya, dengan industri setelah mereka tamat dari sekolah ini antara soft skill dan hard skill sudah terlatih dan siap kerja," ucapnya.

Untuk membentuk karir peserta didiknya, pihaknya pun sudah mengundang Career Development Center (CDC) Universitas Indonesia sebagai penguatan karir siswa. Setelah semuanya sudah dibentuk, mulai kurikulum, minat bakat dan pembentukan karir sehingga para siswa lulus siap kerja di industri.

Sementara itu, ia juga meminta kepada pihak industri untuk mengeluarkan sertifikasi kepada siswanya yang telah kompetensi standar industri sehingga para siswa merasa sudah siap dan sudah standar di lapanga.

"Kami maunya setelah kami gandeng industri tersebut untuk sertifikasinya mereka yang keluarkan, sehingga siswa merasa sudah sesuai standar industri, penilaian sesuai mereka," ujarnya.

Kedepannya program seperti ini terus berjalan, saat ini pihaknya pun sudah mengimbas program tersebut kelima sekolah kejuruan yang ada di Bangka Selatan. Di antaranya, SMK Negeri 1 Tukaksadai, SMK Negeri 1 Airgegas, SMK Negeri 1 Payung, SMK Negeri 1 Simpangrimba dan SMK Negeri 1 Pulaubesar. (adv/ynr)

Enam Program Kerjasama (DUDI)

1. Rapat Koordinasi Jejaring Mitra Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI)
2. Pembelajaran berbasis proyek RIIL dari Dunia Kerja/Penguna di antaranya, Penyusunan Kurikulum Berstandar DUDI, Persiapan Perangkat PjBL, Pelaksanaan Project Based Learning (PjBL)
3. Magang Guru/Praktik Kerja Lapangan Peserta Didik
4. Pengembangan Karir Peserta Didik Dan Penguatan BKK Melalui Penelusuran Tamatan (Tracer Study)
5. Penguatan Sertifikasi Kompetensi Berstandar Industri di SMK, Tempat Uji Kompetensi di Tempat Kerja (DUDI)
6. Program Kehumasan Untuk Memperkuat Citra Sekolah

Sumber: SMKN 1 Toboali. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved