Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Awas ! Dua Daerah di Bangka Belitung Tetapkan Masa Tanggap Darurat

Dua daerah di Provinsi Bangka Belitung (Babel) ditetapkan sebagai daerah tanggap darurat karena telah mengalami bencana alam, angin puting beliung dan

Penulis: Riki Pratama | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com/Dok
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dua daerah di Provinsi Bangka Belitung (Babel) ditetapkan sebagai daerah tanggap darurat karena telah mengalami bencana alam, angin puting beliung dan banjir rob.

Dua daerah itu, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) dan Kabupaten Bangka Barat (Babar), diputuskan menjadi daerah tanggap darurat setelah adaya kejadian bencana yang menimbulkan banyak kerugian materil.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD( Provinsi Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa, mengatakan, berdasarkan hasil rapat kordinasi bersama pemerintah daerah dua daerah di Babel ditetapkan sebagai daerah tanggap darurat.

"Dari masing pemerintah daerah telah menyampaikan terkait keadaan dan kondisi setempat dari peringatan dini dan beberapa kejadian bencana di wilayah Babel," kata Mikron Antariksa, kepada Bangkapos.com, Selasa (14/12/2021) di kantor gubernur.

Ia menyebutkan dua kabupaten/kota yang sudah ditetapkan tanggap darurat, pertama Bangka Selatan dan Bangka Barat. "Status ini diperlukan cepat sebagai upaya mengelurkan bantuan yang bersumber dari bantuan tidak terduga (BTT), salah satu syarat status daerahnya harus tanggap darurat sehingga anggaran BTT keluar," jelasnya.

Menurutnya, status tanggap darurat ditetapkan berdasarkan masukan serta diskusi yang dilakukan bersama pemerintah daerah di sejumlah kabupaten/kota.

"Bangka Selatan statusnya tanggap darurat marena cakupanya kejadian bencana yang banyak menimbul korban kerugian materil. Karena sudah mencapai 270 rumah yang rusak akibat angin puting dan beberapa seperti di Desa Permis, Rajik terdampak banjir rob merendam hampir 100 rumah," ujarnya.

Kemudian untuk Bangka Barat Barat, ditetapkan status tanggap darurat dikarenakan tiap tahun terjadu banjir rob di kampung Hulu. Kejadian sangat sering terjadi dan telah merugikan masyarakat.

"Setelah dua daerah Bangka Selatan dan Bangka Barat ditetapkan tanggap darurat.  terdapat dua daerah lainya ditetapkan sebagai siaga darurat. Bangka Tengah dan Pangkalpinang, artinya mereka siap siaga menghadapi perkiraan  cuaca yang dikelurkan oleh BMKG," jelasnya.

Dia menjelaskan dengan adanya status tanggap darurat, pemerintah berhak memberikan bantuan yang bersumber dari APBD kota/kabupaten dan dari pemerintah pusat.

"Terutana APBD bisa mengelurkan bantuan tidak terduga dan dari pusat mengajukan, apabila ada sarana yang rusak, akibat bencana. Seperti kembatan rusak, DAM rusak dapat diusulkan ke pusat, untuk mendapatkan batuan, aoabila daerah ditetapkan tanggap darurat," terangnya.

Kemudian untun daerah dengan siaga darurat, kata Mikron semua komponen yang ada di kabupaten/kota bisa digerakan umtuk meningkatkan siaga darurat dalam upaya mengantisipasi terjadinya bercana alam.

"Status tangap darurat biasanya tiga bulan paling lama. Tetapi masa berlaku bisa sampai tiga tahun, hanya sesuai administratif dilaksanakan tiga bulan, bisa satu bulan tergantung kondisi wilayamh masing-masing. Tetapi untuk di daerah kita sudah kami dapatkan berlaku sampai bulan Maret 2022. Karena melihat ancaman cuaca dan La Nina masih terjadi hingga Februari," tegasnya.

Mikron, mengatakan potensi bencana banjir perpotensi terjadi di Babel yang memiliki luas wilayah 1.180.353 hektar (Ha) berdasarkan data pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved