Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

DPRD Babel Gencar Sebarluaskan Perda Nomor 10 Tahun 2020, Tekan Kasus Covid-19

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel) gencar menyebarluaskan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2020 terkait adaptasi keb

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi. (Bangkapos.com/Dok) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel) gencar menyebarluaskan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2020 terkait adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian Virus Covid-19.

Penyebaran perda yang diharapkan dapat menekan angka Kasus Covid-19 lewat pemahaman masyarakat itu telah dilakukan sejak awal tahun 2021.

"Perda itu dari DPRD, dari Januari hingga akhir bulan kemarin, kita intens melakukan perda itu," ujar Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi, Selasa (14/12/2021).

Bahkan dia mengapresiasi kepahaman masyarakat yang dibuktikan dengan cakupan vaksinasi yang tinggi di Bangka Belitung.

"Jumlah peserta vaksinasi cukup tinggi karena sudah 70 persen sekian, ini juga menjadi keyakinan kita untuk mencegah penyebaran Covid-19, kita sudah melandai juga bisa saja karena cakupan vaksinasi ini," katanya.

Kedati penyebaran Covid-19 sudah landai, tapi dia mengingatkan agar semua tidak boleh lalai, tetap harus menerapkan hidup dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Ketika ada varian baru, kita harus hati-hati, dan tidak takut yang berlebihan, sesuaikan saja dengan arahan pemerintah pusat," katanya.

Mengenai sosialisasi terkait imbauan untuk menerapkan prokes, diakuinya memang ada masyarakat yang tidak displin.

"Mohon maaf, memang ada yang ngeyel, tapi kita tetap memberikan pembinaan, tidak perlu represif, intinya terus berupaya untuk memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada masyarakat kita," katanya.

Untuk membantu masyarakat di tengah pandemi, baik pemerintah provinsi dan wakil rakyat kerap memberikan bantuan sebagi bentuk kepedulian di kondisi yang sulit karena pandemi Covid-19.

"Bantuan sembako dan tunai, ini mesti, maka sinergi dari tenaga sosial itu harus terus dijalin dan dikuatkan,"katanya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved