Virus Corona
Meski Kasus Nihil, Protokol Kesehatan Terus Diingatkan Tiap Apel Sampai Covid-19 Berakhir
Meski Kasus Nihil, Protokol Kesehatan Terus Diingatkan Tiap Apel Sampai Covid-19 Berakhir
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Virus Corona (Covid19) ini belum berakhir untuk itu dihimbau kepada seluruh personel Polres Bangka Barat untuk tetap mematuhi anjuran protokol kesehatan seperti memakai masker, saling jaga jarak, rajin mencuci tangan, dan hindari kerumunan.
Hal itu disampaikan Kabag Sumda Polres Bangka Barat AKP Surtan Sitorus SH saat memimpin pelaksanaan apel pagi personel Polres Bangka Barat di Halaman Apel Polres Bangka Barat, Senin (13/12/2021).
Kabag Sumda Polres Bangka Barat AKP Surtan Sitorus SH seizin Kapolres Bangka Barat AKBP Agus Siswanto S.H., S.I.K., M.H mengatakan, “Muda-mudahan wabah covid 19 ini segera berakhir, dan seluruh anggota Polres Bangka Barat tidak ada lagi yang terkena virus covid ,” harap Kabag Sumda
Kabag Sumda juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran atas pelaksanaan tugas selama ini,
Terapkan protokol kesehatan 5M untuk mencegah penularan dan penyebaran virus corona di Indonesia. Selain itu, jangan pula lupa untuk selalu menjaga sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari infeksi salah satunya dengan rutin mengonsumsi air putih.
Turut hadir dalam kegiatan apel pagi tersebut, para PJU Polres Bangka Barat, dan personil Polres Bangka Barat.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno melaporkan pada 11 Desember 2021, disampaikan informasi mengenai situasi dan perkembangan terkini penanganan Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bahwa tidak ada (nihil) orang terkonfirmasi Covid-19 dengan kumulatif tetap 52.319 orang.
Sementara kasus yang dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi bertambah sebanyak 3 orang (kumulatif 50.819). Adapun kasus meninggal dunia akibat Covid-19 nihil (kumulatif 1.458).
Ia menyampaikan, kesiapsiagaan daerah terutama dalam melakukan tracing, testing, dan treatment yang agresif dan masif dalam merespon kasus Covid-19 merupakan kunci untuk mengendalikan kasus.
Kenaikan kesembuhan harus terus ditingkatkan hingga mencapai target signifikan sehingga lebih tinggi dari kasus baru dengan terus melakukan tidak hanya peningkatan tracing dan testing dengan penyelidikan epidemiologi (PE) yang lebih serius untuk mengidentifikasi klaster-klaster penularan, namun juga treatment khususnya mengisolasi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke fasilitas isoter dengan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas agar kesembuhan dapat ditingkatkan dan kematian dapat dicegah serta diminimalisasi.
"Bahwa dalam 5 hari ini angka kesembuhan lebih banyak dari kasus konfirmasi. Adapun orang terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia 5 hari ini juga nihil," kata dia.
Masih adanya orang yang terkonfirmasi Covid-19 dan orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 meskipun mengalami penurunan menjadi catatan dan afirmasi bahwa penularan Covid-19 masih terus mengancam.
Karenanya, warga masyarakat jangan abai dan tidak mengindahkan Protokol Kesehatan serta segera divaksin untuk membangun kekebalan tubuh dari virus.
"Kita semua memahami kondisi saat ini memang menjadi problem psikologis di masyarakat sehingga tidak gampang dan menjadi tantangan tersendiri untuk mengedukasi masyarakat. Kita perlu memahami dan terus memberikan pemahaman bahwa penyelesaian pandemi ini tidak hanya dari aspek kepentingan pemerintah atau aspek kepentingan tenaga medis saja, tapi juga untuk kepentingan masyarakat juga," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211214-apel-protokol-kesehatan-di-bangka-barat.jpg)