Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kadindik Tak Setuju Ekpolitasi Anak Disebabkan Pembelajaran Daring

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi mengaku tak setuju jika ekpolitasi anak di beberapa lampu merah

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi mengaku tak setuju jika ekpolitasi anak di beberapa lampu merah di Kota Pangkalpinang disebabkan pembelajaran daring.

Menurutnya, terlaku dramatis jika pembelajaran daring dikaitkan dengan ekspolitasi anak di Pangkalpinang.

Kata Eddy, banyak aspek yang menyebabkan ekspolitasi anak terjadi termasuk faktor ekonomi.

"Saya pikir ini kesadaran orangtua lah, wali murid yang memperalat anak-anak mereka itu yang tidak baik. Saya pikir kalau kami tinggi toleransi kami dalam hal belajar mengajar terhadap anak-anak, dan daring itu hanya suatu keniscayaan bukan keharusan saya rasa terlalu didramtisir kalau itu disebabkan pembelajaran daring," tegas Eddy kepada Bangkapos.com, Rabu (15/12/2021).

Eddy menegaskan, jika memang ada temuan anak-anak asal Kota Pangkalpinang yang masih dalam usia wajib belajar enggan bersekolah laporkan kepada pihaknya.

"Kita memang tidak ada catatan data, atau catatan khusus berapa anak-anak yang membantu orangtuanya untuk kebutuhan ekonomi. Saya juga tidak menutup mata tentang ini memang ada beberapa anak-anak yang bejualan di lampu merah, pas saya tanya bukan orang Pangkalpinang," jelasnya.

"Kalau ada anak Pangkalpinang yang seperti itu laporkan kepada kami, saya akan jamin hak-hak pendidikannya tetap terpenuhi, apa kebutuhan sekolahnya kita cukupi, itu sudah menjadi tanggung jawab kami," tambahnya.

Apalagi menurutnya, saat ini sudah ada pembelajaran tatap muka yang tak lagi mengekang anak-anak harus berada di rumah.

"Saya rasa sekarang sudah banyak kegiatan yang bisa mereka lakukan lagi, jadi tidak hanya sekolah pulang sekolah ada TPA, mengaji dan banyak kegiatan lagi sekarang. Jadi saya betul-betul tidak setuju kalau memang itu karena pembelajaran daring," tegasnya.

Kata Eddy, ada 25.900 pelajar SD di Kota Pangkalpinang dan 12.000 pelajar SMP di Kota Pangkalpinang.

"Kalau memang ada laporkan ke kami saya tegaskan, akan kami penuhi kebutuhannya, karena memang tugas mereka saat ini adalah belajar, menuntut ilmu bukan membantu bekerja," tuturnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved