Breaking News:

Melati Erzaldi: Hari Ibu di Indonesia, Tonggak dan Wujud Perjuangan Emansipasi Wanita

Hari Ibu di Indonesia diperingati setiap tanggal 22 Desember. Momen ini ditetapkan sejak pelaksanaan Kongres Perempuan pertama pada 22 Desember 1928.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: M Ismunadi
Diskominfo Babel
Acara Peringatan Hari Ibu ke-93 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Soll Marina Pangkalan Baru, Kamis (16/12/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hari Ibu di Indonesia diperingati setiap tanggal 22 Desember. Momen ini ditetapkan sejak pelaksanaan Kongres Perempuan pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

Saat itu, perempuan Indonesia menjalin kesatuan semangat juang kaum perempuan untuk bersama kaum laki-laki berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka.

Hal ini diungkapkan Melati Erzaldi selaku Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), sekaligus istri dari Gubernur Erzaldi Rosman saat menyampaikan sejarah singkat Hari Ibu di Indonesia dalam Kegiatan Peringatan Hari Ibu ke-93 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berlangsung di Hotel Soll Marina Pangkalan Baru, Kamis (16/12/2021).

"Kemudian pada Kongres Perempuan II Tahun 1935 di Jakarta, ditetapkan bhawa perempuan adalah ibu bangsa yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya," ungkapnya lagi.

Seiring dengan semakin berdayanya perempuan Indonesia, maka pada Kongres Perempuan III Tahun 1938 di Bandung, tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu.

"22 Desember menjadi tonggak bersejarah bagi kesatuan pergerakan perempuan Indonesia," ujarnya.

"Sejarah tersebut diperingati sebagai Hari Ibu, tidak hanya sebagai ungkapan terima kasih kita atas jasa seorang Ibu, tetapi memiliki makna jasa ibu secara menyeluruh baik sebagai istri maupun sebagai warga negara," tegasnya lagi.

Melalui semboyan Hari Ibu, mengandung arti tercapainya persamaan kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan antara kaum perempuan dan laki-laki merupakan kemitraan dan kesejajaran perlu diwujudkan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara.

"Esensi ini yang membuat peringatan hari Ibu di Indonesia memiliki makna yang lebih luas. Saya harap melalui peringatan Hari Ibu, kita senantiasa terus menjadi pejuang bagi keluarga, masyarakat, dan negara. Jadilah Perempuan Berdaya Untuk Indonesia Tangguh," pungkasnya.

Usai rangkaian kegiatan peringatan selesai, Melati Erzaldi beserta tamu yang hadir menyempatkan diri mengunjungi stan UMKM dan juga membeli beberapa produk UMKM.

Berbincang dengan pelaku UMKM, Melati Erzaldi pun mengungkapkan apresiasinya kepada Ibu-Ibu yang tidak henti-hentinya memberdayakan diri terlebih membantu dalam ekonomi keluarga.

"Jadilah pejuang keluarga, masyarakat, dan negara. Manfaatkan peluang dan terus meningkatkan potensi diri terlebih bagi pelaku UMKM agar menjaga kualitas produknya," ujarnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved