Breaking News:

Bahas Peran Bahasa Arab, Prodi PBA akan Gelar Webinar Internasional

Bahasa Arab merupakan satu di antara enam bahasa lainnya yang digunakan pada tingkat internasional sebagai bahasa resm

Editor: khamelia
IAIN SAS Babel
Seminar Bahasa Internasional 

BANGKAPOS.COM -- Bahasa Arab merupakan satu di antara enam bahasa lainnya yang digunakan pada tingkat internasional sebagai bahasa resmi. Sebagai bahasa resmi, peruntukannya tentu tidak luput dari kepentingan negara yang menggunakan dan/atau mengadopsi bahasa tersebut.

Kepentingan yang dimaksud tercermin dalam dua ranah, yaitu ranah kepentingan komunikasi, dan ranah kepentingan identitas (agama).

Kedua kepentingan ini akan menular pada orientasi kajian bahasa Arab yaitu orientasi religius, akademis, praktis dan pragmatis, serta orientasi ideologis dan ekonomi. Olehnya itu, hal yang tentu sangat disayangkan jika peruntukannya hanya sebatas pada ranah kepentingan identitas (agama).

Atas dasar pemikiran ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka belitung akan menyelenggarakan suatu kajian ilmu yang terpola dalam webinar Internasional dengan mengangkat tema “Bahasa Arab merupakan Bahasa Agama dan bahasa Kehidupan”. Tema tersebut dipandang cocok untuk didiskusikan lebih jauh.

Sesuai agenda, webinar International  diselenggarakan, Sabtu (18/12) melalui aplikasi zoom meeting.

Di hadiri dua narasumber dari luar negeri, yaitu Mustapa Salhi, Ph.D (Rabat, Maroko) dan Syaikh Muhammad Jamal Al-Omari (Damaskus,Suriah).

Selain itu, juga akan menghadirkan dua narasumber dari dalam negeri, yaitu Dr. Rusydi Sulaiman,M.Ag (Wakil Rektor I IAIN SAS Bangka Belitung ), dan Dr. Wahyudin Noor,M.S.I (Wadek I Fakultas Tarbiyah dan Welcome Speech) kegiatan ini akan dipandu langsung oleh Iskandi, M.Pd.I (Sekretaris Prodi PBA ), yang bertindak sebagai moderator.

Sesuai dengan maksud penyelenggaraan webinar international ini, yaitu mengkaji soal peran dan orientasi pembelajaran bahasa Arab yang masih berkutat sebatas wacana keagamaan sebagai bahasa identitas (agama).

Maka target yang dicanangkan pun sebisa mungkin melibatkan para pembelajar dan praktisi bahasa Arab, baik pendidik maupun peserta didik, baik yang berkecimpung di lembaga swasta maupun negeri, dan baik dari dalam maupun luar negeri, semata-mata dengan tujuan membumikan maksud tersebut.

Sebab, semakin banyak pihak yang dilibatkan, semakin banyak pula perspektif yang bisa diperoleh sebagai data untuk menimbang ke arah mana pembelajaran bahasa Arab ini diarahkan selanjutnya.

Sejauh ini panitia telah melakukan persiapan secara maksimal. Sejak awal setelah disounding, kegiatan ini menuai respon positif. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved