Breaking News:

Dosen Chat Mesum ke Empat Mahasiswi, Begini Kronologisnya

Empat Mahasiswi PTN Aceh Utara Diduga Dilecehkan Dosen Lewat "Chat" Mesum

Editor: Teddy Malaka
Shutterstock
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM – Kasus dosen melakukan pelecehan seksual kembali terungkap. Kali ini kejadian terjadi di Nangroe Aceh Darussalam.

Korp HMI Wati, Kota Lhokseumawe menyatakan ada empat mahasiswi dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh dosennya.

Pelecehan itu berupa chat menjurus mesum.

Ketua Korp HMI Wati, Lhokseumawe, Ainun Nabilah Rahmanita, per telepon, Jumat (10/12/2021), dihubungi per telepon, menyebutkan dirinya mengoreksi pernyataan yang disampaikannya dalam sebuah aksi demonstrasi di Lhokseumawe, 9 Desember 2021.

“Bukan 11 orang. Ada empat mahasiswa.

Satu sudah tamat.

Baca juga: Kisah Pilu Putri Tukang Tambal Ban, Setahun Diculik Ditemukan Sudah Melahirkan anak

Baca juga: Dulu Jago Kung Fu, Sekarang Jet Li Menderita Penyakit Ini Gara-gara Ulahnya Saat Masih Muda

Baca juga: Menhan Prabowo Buat Dunia Terkejut, Indonesia Kini Siap Ekspor Kapal Perang Rudal Cepat

Semua ini dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Ini mereka sendiri cerita ke anggota kami,” kata Ainun.

Dia menyebutkan, belum menentukan langkah advokasi berikutnya.

Saat ini, timnya sedang melakukan pendekatan pada korban agar tidak tertekan dan melakukan penghimpunan data dan kronologis kejadian.

“Ini peristiwanya dua tahun terakhir,” terangnya.

Saat ditanya, apakah akan melapor ke Rektor dan Direktur di PTN yang ada di Lhokseumawe dan Aceh Utara, Ainun menyebutkan masih mengkaji langkah strategis.

“Kami pastikan data dan kronologisnya dulu.

Setelah itu kita pikirkan langkah terbaik,” sebutnya.

Saat ditanya apakah akan meminta pendampingan Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak, di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Ainun juga menyatakan belum menentukan sikap.

“Kami lakukan pendekatan intensif dulu dengan korban, agar mudah advokasinya nanti,” sebutnya.

Dia menjelaskan, belum ada aksi secara fisik terhadap pencabulan itu.

Namun, pencabulan itu dilakukan dalam bentuk obrolan pesan singkat lewat smart phone. “Isinya menjurus ke mesum,” pungkas Ainun. (*) 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved