Breaking News:

Kejar Target 75 Persen Capaian Vaksinasi Covid-19 di Babel Hingga Akhir Tahun 2021

Capaian vaksinasi di Babel bukan hanya menjadi tanggung jawab gubernur, kapolda, ataupun danrem maupun yang lain, tetapi seluruh pihak

Editor: rusmiadi
Babelprov
Rapat koordinasi dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Virus Covid-19 Varian Omicron di Wilayah Kabupaten/Kota se-Babel di Ruang Rapat Utama Mapolda Babel, Jumat (17/12/21). 

BANGKAPOS.COM - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman mengharapkan capaian vaksinasi di tiap daerah kabupaten dan kota di Babel, bisa mencapai 75 persen dari target sasaran pada akhir tahun 2021.

Seperti diketahui Babel merupakan diantara provinsi yang vaksinasi Covid-19 di atas target nasional 70 persen, tepatnya 73,75 persen. Namun ada kabupaten yang masih capaian di bawah target nasional, yaitu Kabupaten Bangka 64,75 persen, dan Bangka Selatan 69,73 persen.

Oleh sebab itu ia meminta seluruh jajaran pemangku kepentingan tingkat kabupaten dan kota, untuk meningkatkan capaian vaksinasi Covid-19 di wilayahnya, minimal 75 persen pada akhir Tahun 2021.

"Kita minta untuk segera gencarkan vaksinasi secara massal, mengingat varian Omicron sudah masuk ke Indonesia, di mana varian tersebut memiliki daya tular tiga kali lebih cepat dibanding varian Delta," tegas Gubernur dalam rapat koordinasi dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Virus Covid-19 Varian Omicron di Wilayah Kabupaten/Kota se-Babel di Ruang Rapat Utama Mapolda Babel, Jumat (17/12/2021).

Berkenaan percepatan vaksinasi melalui klaster pendidikan, akan segera dilakukan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun di lingkungan sekolah. Selain itu jika para orang tua siswa belum divaksin, maka anaknya tidak diperkenankan untuk mengikuti sekolah tatap muka.

Hal tersebut juga akan diberlakukan untuk masyarakat dalam hal pengurusan administrasi maupun hal lain sebagainya. Seperti pengurusan surat izin mengemudi (SIM) ataupun surat tanda nomor kendaraan (STNK), akan ada penambahan syarat telah memiliki sertifikat vaksin. Selain itu, jika terdapat masyarakat yang enggan divaksin, agar melibatkan tokoh masyarakat dan agama untuk mengajak mereka.

"Berbagai inovasi harus kita upayakan untuk mengajak masyarakat kita mau divaksin, nanti berikan hadiah ataupun doorprize kepada masyarakat. Seperti usulan dari Bangka Selatan yang ingin memberikan hadiah sepeda bagi masyarakat yang mau divaksin, kami atas nama Forkopimda Babel akan kirimkan sepedanya sebagai hadiah," ungkapnya. di hadapan seluruh Forkopimda Kabupaten/Kota se-Babel yang hadir secara virtual.

Perintah Presiden

Sementara itu Kapolda Babel Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya mengatakan, upaya peningkatan capaian vaksinasi di Babel bukan hanya menjadi tanggung jawab gubernur, kapolda, ataupun danrem maupun yang lain, tetapi ini tanggung jawab seluruh pihak demi kesehatan masyarakat, agar mereka dapat beraktivitas seperti sedia kala.

"Ini bukan perintah kami, ini perintah Bapak Presiden, kita harus patuhi program pemerintah. Hilangkan segala perbedaan, mari kita bersama-sama bergerak satu tujuan. Ini untuk kepentingan masyarakat kita semua," tegas jenderal bintang dua tersebut.

Kapolda menekankan, dalam hal percepatan vaksinasi dapat digencarkan di lokasi yang banyak terjadi interaksi masyarakat, seperti tempat ibadah, pasar, tempat keramaian, dan tempat wisata. Juga lakukan pendataan by name by address bagi masyarakat yang belum divaksin. Data tersebut sebagai patokan tim vaksinator untuk membawa masyarakat tersebut ke gerai vaksinasi terdekat.

Ia juga mengusulkan untuk memberikan tanda di masing-masing rumah bagi yang sudah divaksin. Ia juga mengintruksikan bhabinkamtibmas yang desa binaannya sudah 100 persen vaksinasi, untuk membantu desa sekitar serta memberikan asistensi untuk mencapai capaian 100 persen.

"Semoga yang kita targetkan ini dapat tercapai semua," ungkapnya.

Sementara itu, Danrem 045/Garuda Jaya Brigjen TNI M Jangkung Widyanto menuturkan perbedaan pandangan berkaitan dengan Primary Care Vaksinasi (PCare Vaksinasi), menurutnya seluruh masyarakat Indonesia berhak menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan, untuk vaksinasi yang telah terdaftar di manapun dan kapanpun.

"Siapapun masyarakat Indonesia yang mau vaksin di daerah manapun itu diperbolehkan," tegas Danrem. (*/rusmiadi)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved