Breaking News:

VIDEO

SPBU di Muntok Alami Antrean Panjang, Stok Pertalite Normal Namun Pertamax Stok Menipis

Antrian panjang sejumlah motor dan mobil kini tersusun rapi sepanjang sekitar 500 meter, menunggu jatah pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: khamelia

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Antrian panjang sejumlah motor dan mobil kini tersusun rapi sepanjang sekitar 500 meter, menunggu jatah pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Pengawas SPBU Kampung Jawa, Sukarli mengatakan kondisi antrian panjang sudah terjadi dalam dua hari terakhir.

"Untuk di Kecamatan Muntok masuknya tetap, tapi animo masyarakat yang ketakutan. Mereka ketakutan setelah melihat di Ibukota Pangkalpinang dan Sungailiat, mulai dua hari ini karena sebelumnya juga lancar-lancar aja," ujar Sukarli, Sabtu (18/12/2021).

Untuk pengiriman BBM jenis Pertalite masih dalam keadaan normal yakni enam kali dalam seminggu, bahkan diketahui dalam seminggu terakhir pengiriman selalu full..

"Untuk Pertalite sekali pengiriman 24 Kilo Liter terkadang juga 16 Kilo Liter, sebenarnya untuk setok kita sebenarnya aman tapi kami juga bingung untuk dua hari ini animo masyarakat," katanya.

Pengiriman lancar dari jenis Pertalite justru sedikit berbanding terbalik, dengan jenis Pertamax yang mengalami pengurangan pengiriman dari Depot Pertamina Pangkalbalam.

"Ini juga terdampak karena Pertamax jarang masuk juga dua hari yang lalu, kami dikirim 4 kilo liter kita jual jadi habis. Untuk saat ini belum dikirim, pengirimannya juga agak kurang normal untuk Pertamax. Biasanya kalau kita minta langsung dikirim, tapi entah lah ini belum dikirim," jelasnya.

"Biasanya untuk Pertamax dalam satu minggu tiga kali sebanyak 8 Kiloliter, tapi sekarang dalam satu minggu cuma dua kali itu juga 4 Kiloliter sekali ngirim," tambahnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved