Breaking News:

Horizzon

Mau Terbang Tak Harus Vaksinasi dan Tes Antigen

Berhenti berharap akan membantu kita untuk melupakan dan keluar dari jerat asmara. Begitu juga dengan Covid-19, yang pelan-pelan mulai dilupakan

Mau Terbang Tak Harus Vaksinasi dan Tes Antigen
BangkaPos
IBNU TAUFIK Jr / Pemred BANGKA POS GROUP

ANTREAN untuk tes antigen di sebuah klinik di Pangkalpinang, Minggu (19/12) pagi, memang tak seberapa panjang. Namun, karena alasan baru usai dilakukan maintenance pada aplikasi PeduliLindungi, para calon pelaku perjalanan tersebut terpaksa harus mengikuti ujian kesabaran.

Butuh waktu cukup lama untuk bisa memperoleh print out hasil dokumen negatif covid dari tes antigen yang dilakukan. Sementara, mereka butuh hasil tes antigen ini juga sudah otomatis masuk di aplikasi PeduliLindungi di gawai calon penumpang.

Beberapa 'pasien' bahkan sempat mendesak agar admin di klinik itu mempercepat proses administrasi yang berulang kali gagal karena alasan teknis.

Yang paling dibuat resah adalah calon penumpang yang sengaja menjalani tes antigen di hari yang sama dengan jadwal penerbangan mereka.

Pilihan ini memang visibel diambil oleh calon penumpang dari Pangkalpinang menuju ke Belitung dan berencana langsung kembali ke Pangkalpinang setelah urusan selesai dalam satu hari.

Sesuai regulasinya, terbang kembali ke Pangkalpinang dari Tanjungpandan memang masih bisa menggunakan dokumen tes antigen yang sama jika dokumen tersebut dibuat di hari yang sama saat penumpang terbang ke Tanjungpandan.

Meski pilihan ini hemat dan rasional, kendala di sistem yang dialami di klinik tersebut tentu membuat calon penumpang sedikit panik. Mereka khawatir urusan dokumen tes antigen ini menjadi penyebab mereka ketinggalan pesawat. Selain tiket hangus, bisa jadi urusan penting ke Belitung tersebut menjadi berantakan.

Yang menjadi ironi adalah kecemasan saat mengurus dokumen tes antigen ini tidak sebanding dengan prosedur yang harus dilalui saat di bandara. Ketika mengurus dokumen tersebut cukup melelahkan lantaran melibatkan emosi, namun prosedur masuk ke bandara seolah-olah tak seimbang dengan emosi yang terkuras saat di klinik.

Tidak seperti sebelum-sebelumnya, prosedur di bandara begitu longgar. Calon penumpang bebas melenggang masuk ke dalam bandara tanpa harus menunjukkan dokumen yang pengurusannya cukup melelahkan.

Hanya dengan menunjukkan tiket, calon penumpang sudah bisa masuk ke area bandara dan langsung melakukan proses check in di konter maskapai masing-masing.

Memang betul, saat check in, petugas menanyakan apakah calon penumpang sudah memiliki dokumen tes antigen atau tidak. Untuk dicatat, petugas konter check in hanya menanyakan dan bukan menjadikan dokumen tersebut menjadi persyaratan calon penumpang bisa melakukan proses check in atau tidak.

Petugas tersebut hanya meminta dan menyarankan agar calon penumpang melakukan validasi dokumen yang dibawa ke konter KKP yang ada di ujung konter check in.

Catatan yang kedua, petugas konter check in dari maskapai ini hanya bersifat menyarankan dan memang bukan kapasitas mereka untuk memfilter seseorang layak terbang atau tidak. Artinya, setelah disarankan, penumpang bisa memilih untuk mengikuti saran tersebut atau tidak.

Toh setelah memegang boarding pass, semua penumpang bisa masuk ke ruang tunggu dan bersiap masuk ke pesawat sesuai dengan boarding pass yang dipegang. Tidak ada petugas khusus dari institusi yang punya kewenangan baik dari Angkasa Pura maupun KKP yang didedikasikan khusus untuk memfilter calon penumpang.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved