Breaking News:

Prodi PBA IAIN SAS Babel Gelar Seminar Internasional Hari Bahasa Arab Se- Dunia

Sejarah mungkin berulang. Melalui momentum “Hari Bahasa Arab Se-Dunia” yang diinisiasi oleh Maroko dan Arab Saudi, UNESCO sebagai bagian dari Perserik

Penulis: iklan bangkapos | Editor: nurhayati
IAIN SAS Bangka Belitung
Prodi Bahasa Arab IAIN SAS Bangka Belitung selenggarakan Webinar berskala internasional via Zoom dengan tema al-Lughah al-‘Arabiyyah: Din wa Hayah(Tsibat)/ Bahasa Arab: Agama dan Kehidupan (Eksistensi), sabtu (18/12). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Melalui momentum “Hari Bahasa Arab Se-Dunia” yang diinisiasi oleh Maroko dan Arab Saudi, UNESCO sebagai bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan bahasa Arab sebagai bahasa resmi dalam PBB pada tanggal 18 Desember 1973.

Sebagai bukti apresiasi, program studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyelenggarakan Webinar berskala internasional via Zoom dengan tema al-Lughah al-‘Arabiyyah: Din wa Hayah (Tsibat)/ Bahasa Arab: Agama dan Kehidupan (Eksistensi), Sabtu (18/12/2021).

Kegiatan ini dihadiri oleh narasumber dari luar dan dalam negeri, narasumber luar negeri (Timur Tengah), Syaikh Mohammad Jamal al-Omariy (Damaskus) dan DR Mostafa Salhy (Maroko).

Narasumber dalam negeri (Indonesia), DR Rusydi Sulaiman, M.Ag dan DR. Wahyudin Noor, M.Si. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Sekretaris program studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Iskandi, M.Pd.I sebagai moderator.

Antusias kegiatan mulai bergejolak dengan welcome speech dari Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah.

“Kegiatan ini menjadi bukti sejarah dan track record (rekam jejak) progresivitas langkah dan kinerja program studi Pendidikan Bahasa Arab setelah memperoleh akreditasi B secara nasional dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Tentunya, untuk lebih menguatkan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan efek dan manfaat yang lebih, bukan hanya sekadar menambah khazanah keilmuan, melainkan juga terjalinnya kerjasama antara instansi (MoU)," ujar DR Wahyudin Noor. M.S.i saat membuka kegiatan.

Sesuai dengan tema kegiatan, masing-masing narasumber memaparkan fakta dan analisis yang mengena terkait bahasa Arab.

“Sebenarnya, bahasa Arab bukan hanya milik orang Arab saja, bukan hanya terbatas untuk wilayah Arab secara geografi saja tetapi Bahasa Arab adalah milik umat Islam se-dunia bahkan untuk seluruh dunia. Selain itu, umat Islam dalam pengamalan (din) dan pengalaman (hayah) kesehariannya menggunakan bahasa Arab, sadar maupun tidak sadar.” tegas Syaikh Jamal al-Omariy saat memaparkan fakta tentang bahasa Arab.

“Bahasa Arab juga memiliki rahasia yang mungkin membuat kita sadar dan tercengang sampai berkata ‘alangkah luar biasa’. Ambil contoh, kata أَغْـطَشَ ‘aghthasya’ dalam al-Qur’an pada saat melafalkan bunyi a diiringi bunyi huruf ‘ghain’ yang sukun/mati lalu disambung dengan bunyi huruf ‘tha’.

Jika diperhatikan saksama, saat melafalkan tiga huruf tersebut maka ada nada/musik yang berbeda. Nada/musik disini bukan dalam arti irama tetapi ada jeda/waktu yang lama ketika menuturkan bunyi huruf pertama (bunyi a) menuju bunyi huruf ketiga (bunyi tha). Dari sana, terkandung makna berat karena huruf ghain adalah jenis huruf berat yang membutuhkan daya, upaya dan tenaga lebih saat melafalkan.

Terkait dengan itu, bunyi huruf tersebut memberikan makna yang berat bagi kata. Potongan ayat وَأَغْـطَشَ لَيْـلَـهَـا ...."”aghtasya lailahaadalam surat an-Nazi’at memberikan makna Allah lah yang menjadikan malam gelap gulita, tanpa tidak ada setitik cahaya yang menjadikan penglihatan manusia berat dan susah.” tambah Syaikh Jamal al-Omariy.

Jika bahasa Arab dipandang mukjizat bagi orang Islam itu wajar. Bagaimana menurut pandangan non-Islam?

“Bahasa Arab juga menjadi kajian bagi bumi belahan barat. Dalam hal ini, lazim dikaji oleh orientalis. Mereka memberikan tanggapan yang positif dalam ranah akademik. Sebut saja Ernest Renan, seorang orientalis yang anti Arab. Ia sendiri mengungkapkan ketakjubannya terhadap bahasa Arab.

‘Di antara yang membuatku terkejut adalah bahasa Arab itu kuat dan tumbuh dengan sempurna di tengah-tengah gurun pada kaum nomaden. Bahasa itu mengungguli bahasa lain dalam satu rumpun yang sama dengan bukti ketersediaan kosakata yang melimpah ruah, kedalaman makna, keindahan struktur, ’”, jelas Dr. Mostafa Soulhy dengan tajam.

“Dalam bukti sejarah, bahasa Arab telah menjadi bahasa peradaban dunia menyaingi-jika tidak mau dikatakan ‘mengalahkan’- bahasa peradaban lain, seperti Yunani, Cina, India dan lain-lain. Tak kalah dari semua itu, fakta menyatakan bahasa Arab telah menyelamatkan warisan dari peradaban-peradaban lain yang hampir musnah dimakan zaman”, ungkap Dr. Rusydi Sulaiman.M.Ag

Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, guru, mahasiswa PBA dan pelajar serta peminat bahasa Arab baik yang berada di wilayah kepulauan Bangka Belitung maupun di luar daerah.

Pada sesi akhir, narasumber memberikan pesan dan nasehat kepada siapapun yang mempelajari dan mengajarkan bahasa Arab. Di antaranya; pertama, Jangan malu untuk bertanya kepada guru atau para ahli, baik itu yang sudah menjadi guru maupun yang masih berstatus siswa/pelajar.

Kedua, Guru dan siswa perlu memperbanyak membaca dan mengulang-ulang pelajaran bahasa Arab. Ketiga, Guru dan siswa membutuhkan kamus bahasa Arab untuk menambah pemahaman terhadap teks-teks Arab.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan IAIN SAS Bangka Belitung yaitu para Wakil Rektor, Dekan, dan Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab. Para Dosen dan ratusan mahasiswa menjadi peserta dalam Seminar Internasional ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved