Breaking News:

Barang Bukti Seharga Miliaran Rupiah Diblender BNN, 16.000 Orang Terselamatkan

Badan Narkotika Nasional (BNN) musnahkan Barang bukti senilai Rp2 miliar di Halaman Belakang Gedung BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi

BANGKAPOS.COM -- Badan Narkotika Nasional (BNN) musnahkan Barang bukti senilai Rp2 miliar di Halaman Belakang Gedung BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (23/12/2021).

Pemusnahan barang bukti ini menggunakan enam unit mesin blender yang sudah diberi air dan dicampur larutan pembersih lantai. Dimana barang-barang tersebut sebelumnya telah diuji di laboratorium dan hasilnya positif.

Setelah hancur lebur diblender, kemudian barang bukti sabu dan ekstasi itu dimasukan ke dalam sebuah ember. Kemudian para tersangka kurir hingga pengedar narkoba diperintahkan membuang langsung cairan tersebut ke septic tank.

Zainul menuturkan, barang bukti ini berasal dari enam tersangka yang berhasil dicokok petugas dari bulan Oktober hingga Desember 2021.

Dia mengklaim dengan diamankannya 2 kilo sabu dan ribuan butir pil ekstasi setidaknya mampu menyelamatkan sekitar 16.000 orang dari penyalahgunaan narkoba.

Para tersangka yang tersandung kasus narkoba saat membuang hasil pemusnahan barang bukti narkoba dan pil ekstasi di halaman belakang kantor BNNP Bangka Belitung, Kamis (23/12/2021) siang.
Para tersangka yang tersandung kasus narkoba saat membuang hasil pemusnahan barang bukti narkoba dan pil ekstasi di halaman belakang kantor BNNP Bangka Belitung, Kamis (23/12/2021) siang. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Baca juga: BNN Bangka Belitung Bongkar Tiga Jaringan Narkoba, 1,8 Kilogram Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi Disita

Baca juga: Ciri-Ciri Uang Rp 75 Ribu yang Pasti Dibeli Rp 20 Juta per Lembar, Langsung Cek Uangmu

Di samping itu, saat ini kata dia, prevalensi pengguna narkoba di Bangka Belitung 1,68 persen dari total jumlah penduduk. Hal ini karena meningkatnya peredaran narkoba di Indonesia yang telah menjadi pangsa pasar barang haram ini.
Bangka Belitung juga merupakan daerah yang rawan akan peredaran narkoba, dimana sebagian besar narkoba yang masuk berasal dari pelabuhan tikus.

Belum lagi turut diperparah dengan kondisi ekonomi masyarakat Bangka Belitung yang mulai membaik dengan harga timah dan komoditi lainnya yang berangsur membaik. Dimana para penambang timah diduga banyak menggunakan sabu.

Oleh karenanya, dia menegaskan pihaknya akan berusaha keras untuk memiskinkan para bandar narkoba yang ada. Dimana kurir maupun pengedar selain dipersangkakan dengan Undang-Undang tentang Narkotika juga dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved