Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tahun 2022 PTM Terbatas Bisa 100 Persen, Eddy : Ikuti Aturan Pemerintah

Mulai awal tahun 2022 kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di setiap satuan pendidikan yang berada di daerah dengan status penerapan

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Mulai awal tahun 2022 kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di setiap satuan pendidikan yang berada di daerah dengan status penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1,2 dan 3 bisa dilaksanakan secara 100 persen.

Hal itu sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yakni Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi  Nadiem Anwar Makarim, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, pada 21 Desember 2021 lalu.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Eddy Supriadi mengatakan, pihaknya akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat apalagi mengingat Pangkalpinang berada di PPKM level 2.

“Kita tetap mengikuti aturan dari Kemendikbud dan Ristek serta aturan yang dikeluarkan oleh Kemendagri, prinsipnya kita ikuti,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (24/12/2021).

Berdasarkan SKB kata Eddy, sekolah bisa menyelenggarakan PTM 100 persen asal memenuhi syarat tertentu khusus di PPKM level 2. Seperti capaian vaksinasi dosis kedua bagi pendidik dan tenaga kependidikan paling sedikit 80 persen dan capaian vaksinasi dosis 2 warga masyarakat lanjut usia paling sedikit 50 persen.

Selain itu pembelajaran tatap muka dilaksanakan setiap hari dengan jumlah peserta didik 100 persen, dengan lama belajar paling banyak enam jam pelajaran per hari. Tetapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Kita tinggal formulasi saja bagaimana dengan adanya surat ini,” terang Eddy.

Diakui dia, pada tahun ajaran 2021 ini pihaknya masih menerapkan PTM dengan kapasitas maksimal 30 persen per kelas. Dengan adanya SKB ini nantinya dinas pendidikan akan menambah kapasitas belajar siswa di kelas sebanyak 20 persen.

“Di awal tahun ajaran 2022 nanti kita terapkan 50 persen untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Misalnya siswa per kelas ada 40 orang itu semuanya sudah tatap muka, tetapi hanya setengah itu saja,” ujarnya.

Kendati demikian, Eddy berujar, untuk skema yang dilakukan nantinya semua siswa akan diwajibkan untuk PTM terbatas setiap harinya dengan sistem sif.

Akan tetapi bagi orang tua yang masih khawatir dengan penyebaran Covid-19 bisa memilih pembelajaran jarak jauh atau daring. Apabila kasus melandai, hal ini akan turut di evaluasi.

“Prinsipnya saya pikir tidak masalah kalau pembelajaran 100 persen. Tinggal menyikapi rasio saja, untuk rasio kehadiran memang harus 100 persen untuk tatap muka, tetapi rasio di ruang kelas tetap 50 persen,” kata Eddy. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved