Breaking News:

Jelang Akhir Tahun Harga Telur Terus Beranjak Naik

Menjelang pergantian tahun harga berbagai kebutuhan pokok di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung masih saja naik. Satu di antaranya yakni harga t

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA –  Menjelang pergantian tahun, harga berbagai kebutuhan pokok di Pangkalpinang, terus meranjak naik. Satu di antaranya yakni harga telur ayam ras yang mengalami kenaikan sebesar Rp500 rupiah.

Di Pasar Induk Pangkalpinang misalnya, harga telur ayam ras dipatok dengan harga Rp1900 per butir. Padahal semula harga telur Rp1400 per butir.

“Untuk harga telur kita jual Rp1900 modalnya sendiri Rp1500 per butir,” kata seorang pedagang, Acan (30) kepada Bangkapos.com, Selasa (28/12/2021).

Dikatakan Koko sapaan akrab Acan, kenaikan harga telur secara ekstrem sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Menurutnya kenaikan harga telur telah diinformasikan oleh pengirim.

“Memang sudah dikasih tahu kalau harga telur naik, tetapi kita kurang tahu penyebabnya apa karena saya ambil dari distributor langsung dikirim. Tahun kemarin tidak naik,” jelasnya.

Sementara itu pedagang lain, Aling (55) mengatakan kenaikan harga telur ayam ras sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Akan tetapi puncaknya terjadi pada satu pekan terakhir. Dia menduga kenaikan harga telur karena permintaan telur yang meningkat menjelang Perayaan Natal dan Tahun Baru.

Di tokonya dia membanderol telur ayam ukuran besar mencapai Rp2500 per butir. Sedangkan untuk ukuran kecil dibanderol dengan harga Rp1900 per butir. “Untuk harga telur ukuran besar modalnya kita beli Rp2350 per butir kalau telur kecil Rp1600 per butir,” kata dia.

Aling mengaku, seiring merangkaknya harga telur, dia hanya mengambil untung sekitar Rp50-Rp100 per butir telur. Hal itu dia lakukan agar barang dagangannya dapat ludes terjual.

Sejak harga telur naik, dia mengurangi stok pembelian telur, yang biasanya dia mampu membeli sebanyak tiga bal telur saat ini hanya membeli dua bal telur tanpa ada telur ukuran besar.

Satu bal telur sendiri terdiri dari 10 rak, setiap rak berisi 30 butir telur dengan harga sekitar Rp480 ribu. “Langganan juga sempat mengeluh karena harga telur yang naik bahkan berkurang. Pendapatan tidak seberapa, intinya saya ingin menolong orang walaupun untung tipis itu tidak apa-apa,” ujar Aling.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved