Breaking News:

Limbah Jarum Suntik Meningkat, Mesin Incenerator Pembakaran Sampah Infeksius di RSUD Depati Hamzah

Masifnya proses vaksinasi di Kota Pangkalpinang rupanya meninggalkan limbah jarum suntik yang termasuk limbah infeksius atau B3 (bahan berbahaya dan b

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masifnya proses vaksinasi di Kota Pangkalpinang rupanya meninggalkan limbah jarum suntik yang termasuk limbah infeksius atau B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Tak heran vaksinasi di Kota Pangkalpinang sejak mulai dialksanakan awal tahun lalu sehari bisa menyasar 2.500 dosis vaksin yang berikan, berarti 2.500 limbah jarum suntik sudah pasti dihasilkan pula dalam satu hari.

Meningkatnya limbah jarum suntik ini diakui oleh Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Muhamad Fauzan, kata Fauzan seiring peningkatan kasus covid-19, limbah medis yang dihasilkan rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) lainnya otomatis bertambah.

"Sudah pasti limbahnya bertambah, proses vaksinasi memang menyisakan limbah B3 tapi kita di RSUD sudah mempunyai alat penghancur limbah medis, termasuk penghancur jarum suntik yakni Incenerator," ujar Fauzan kepada Bangkapos.com, Rabu (29/12/2021).

Bangkapos.com berkesempatan melihat langsung mesin incenerator penghancur limbah medis B3 di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang.

Letaknya tepat di belakang ruang rawat inap rumah sakit, cerobong asap dari kejauhan sudah terlihat menjulang tinggi.

Numun tidak mengeluarkan asap, lantaran baru saja Selasa (28/12/2021) kemarin malam pihak rumah sakit melakukan pembakaran.

Abu sisa pembakaran limbah menggunakan incenerator.

Bagian Instalasi Kesehatan Lingkungan RSUD Depati Hamazah Kota Pangkalpinang Hasrul Sani menyebut, limbah medis memang meningkat seiring berjalan Covid-19.

Apalagi kata Hasrul selama masifnya proses vaksinasi, limbah jarum suntik satu bulan bisa bepuluh-puluh kilogran dihasilkan.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved