Jumat, 10 April 2026

Human Interest Story

Ramda Sari Kurniati Wisudawati Terbaik STIKES Citra Delima Babel, Begini Kiatnya  

Ramda Sari Kurniati sudah menargetkan sejak awal kuliah bisa meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi. Alhasil, penuh keyakinan dan optimisme,

Penulis: Cici Nasya Nita |
bangkapos.com
Ramda Sari Kurniati, wisudawati STIKES Citra Delima Bangka Belitung.(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ramda Sari Kurniati sudah menargetkan sejak awal kuliah bisa meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi. Alhasil, penuh keyakinan dan optimisme, gadis usia 22 tahun ini pun berhasil meraih IPK 3,83 dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke X STIKES Citra Delima Babel, Rabu (29/12/2021).

Wisudawan terbaik Prodi S1 lmu Keperawatan ini maju ke podium, dalam langkah kaki yang lantang saat proses perpindahan tali toga dan penyerahan penghargaan.

Anak tunggal Tamruzi dan Tuti Handayani ini mengaku senang atas capaian yang telah diperoleh melalui usaha yang dilakukan selama kurang lebih empat tahun lamanya.

"Alhamdulilah bisa jadi terbaik, dari dulu memang menargetkan harus semaksimal mungkin dalam belajar," ujar gadis yang tinggal di Namang Bangka Tengah ini.

Sementara itu, awal kuliah semester pertama, Ramda berhasil meraih IPK 4.00 namun semester berikutnya turun. "IPK naik turun, semester kedua turun, kemudian semester 3 naik lagi jadi 4.00," katanya.

Gadis Kelahiran 7 Januari 1999 ini meyakini belajar yang fokus saat di kelas menjadi hal utama yang dapat dilakukan untum mempertahankan IPK. "Pandai membagi waktu saja, ketika di kelas kita fokus, ketika di luar kita bisa santai," katanya.

Tak hanya menjadi wisudawati terbaik, dia juga tercatat menjadi mahasiswa yang aktif dan berprestasi. "Iya beberapa kali sering mengikuti perlombaan saat kuliah dan aktif organisasi seperti BEM, ILMIKI dan HIMAKEP," katanya.

Putri Anggota TNI AD ini mengaku orang tua menjadi motivasi utama atas capaian yang diperolehnya hingga saat ini. "Ayah dan ibu jadi semangat saya, mereka selalu mendukung. Menjadi perawat itu adalah keinginan saya, mereka selalu mendukung apapun pilihan saya," katanya.

Menjadi perawat diakuinya merupakan profesi yang mulia dan dapat membantu masyarakat yang sedang sakit. "Perawat itu seseorang profesional yang memberikan keperawatan holistik dan komprehensif, saya berharap dapat bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Untuk saat ini dirinya masih melanjutkan Program Studi Profesi ners, yang mana sudah memasuki semester pertama. "Lagi lanjut sekolah lagi, belum tahu nanti kerja atau lanjut lagi pendidikan, masih memikirkan untuk ke depannya," katanya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved