Breaking News:

95 Persen Napi di Lapas Pangkalpinang Sudah Divaksin

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung terus mengejar cakupan vaksinasi Covid-19 bagi narapidana.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Seorang warga binaan saat mengikuti vaksinasi Covid-19 ke dua di Lapas Kelas II A Pangkalpinang, Kamis (30/12/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung terus mengejar cakupan vaksinasi Covid-19 bagi narapidana.

Kepala Lapas Kelas II A Pangkalpinang, Badarudin melalui Kepala Seksi Bimbingan Nara Pidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Adam Ridwansyah mengatakan, setidaknya sekitar 419 warga binaan telah divaksinasi Covid-19 dengan dosis lengkap.

“Dari total jumlah warga binaan yang ada sekitar 480 orang  sekitar 95 persen dari jumlah warga binaan saat ini kita sudah kita lakukan vaksin,” kata dia kepada Bangkapos.com, Kamis (30/12/2021).

Adam menyebut, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi napi di Lapas Kelas II A Pangkalpinang sendiri telah dilakukan sebanyak tiga gelombang mulai dari tanggal 4 September 2021 lalu.

Di mana vaksinasi ini adalah upaya mendukung program pemerintah dalam mengatasi dan mencegah penyebaran Covid-19.

“Sedangkan kali ini sudah memasuki tahap yang ketiga,” sebut Adam.

Seorang tenaga kesehatan ketika melakukan pengukuran tekanan darah warga binaan di Lapas Kelas II A Pangkalpinang, Kamis (30/12/2021).
Seorang tenaga kesehatan ketika melakukan pengukuran tekanan darah warga binaan di Lapas Kelas II A Pangkalpinang, Kamis (30/12/2021). (Bangkapos.com/dokumentasi)

Baca juga: Ciri-Ciri Uang Rp 75 Ribu yang Pasti Dibeli Rp 20 Juta per Lembar, Langsung Cek Uangmu

Baca juga: Malam Tahun Baru, Kafe & Restoran di Pangkalpinang Diminta Tutup Pukul 22:00, Ini Aturan Lengkapnya

Baca juga: Ini Prakiraan Cuaca Malam Pergantian Tahun 2021 di Bangka Belitung, Kecil Peluang Hujan Sedang-Lebat

Di samping itu lanjut dia, tidak semua warga binaan yang ada di Lapas dapat divaksinasi. Sekitar lima persen napi yang ada di sana tidak dapat menerima vaksinasi lantaran masih berada di rumah tahanan (Rutan) yang ada di Polres dan belum dipindahkan ke dalam lapas.

“Sisanya sekitar 5 persen ini karena ada warga binaan yang memang tahanan statusnya sudah masuk di sini, tetapi mereka masih di tahanan Polri. Fisiknya ada di sana tapi kepemilikan mungkin tahanan jaksa atau tahanan hakim,” terangnya.

Sementara sisanya belum menjalani vaksinasi karena tersandung permasalahan kependudukan, yang mana mereka tidak memiliki identitas diri seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) hingga Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Kendala lainnya ada beberapa warga binaan pendatang dari luar Bangka Belitung yang belum dapat kita telusuri NIK-nya,” ucap Adam.

Oleh karenanya, sampai saat ini kata Adam, Lapas tengah berusaha agar warga binaan tersebut dapat menerima suntikan vaksin Covid-19. Di mana pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk menyelesaikan permasalahan NIK ini.

Hingga akhirnya, masalah NIK itu beres dan semua warga binaan bisa divaksinasi.

“Kami tidak berhenti sampai di situ kita tetap menghubungi Disdukcapil Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk dicarikan solusi bagaimana. Siapa tahu mereka bisa menghubungi Dukcapil Provinsi lain. Tetap kita cari solusinya,” kata dia. ( Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved