Berita Sungailiat
Harga Cabai Masih Melambung Tinggi, Bertengger di Kisaran Rp140-150 Ribu per Kg
Harga sejumlah bahan pokok yang sudah naik menjelang natal dan tahun kemarin belum menunjukan tanda-tanda penurunan. Tingginya harga telur ayam dan mi
Penulis: Arya Bima Mahendra |
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga sejumlah bahan pokok yang sudah naik menjelang natal dan tahun kemarin belum menunjukan tanda-tanda penurunan. Tingginya harga telur ayam dan minyak goreng yang kini masih menjadi keluhan bagi sejumlah pedagang dan konsumen serta harga cabai masih melambung tinggi.
Niken (32), seorang pedagang bumbu masak di Pasar Kite Sungailiat mengatakan bahwa sampai saat ini harga cabai rawit merah masih berkisar antara Rp140-150 per kilogram.
"Itu untuk cabai yang ngambilnya dari luar kota seperti Jakarta dan Palembang. Sedangkan untuk cabai yang ngambil dari lokal Bangka Belitung, harganya Rp120 per kilogram," kata Niken saat diwawancarai Bangkapos.com, Senin (3/1/2022).
Menurut Niken, kenaikan harga cabai rawit ini adalah yang paling drastis selama tahun 2021. Bahkan lebih tinggi dibanding saat menjelang natal dan tahun baru 2020 lalu.
"Biasanya naik paling tinggi itu hanya Rp120 ribu/kg. Itupan itungannya udah tinggi, karena cabai itu normalnya enggak sampai Rp100 ribu, paling hanya Rp50-70 ribu perkilonya," ujarnya.
Meski demikian, kenaikan secara signifikan tersebut hanya terjadi pada cabai rawit merah saja. "Dari dulu memang yang sering naik itu cabai rawit merah. Kalau cabai besar, walaupun harganya naik, tapi enggak terlalu signifikan," katanya.
Pernyataan serupa juga turut disampaikan oleh Popi (37), pedagang cabai dan bumbu masak lainnya di Pasar Betuah, Paritpadang Sungailiat.
Ia mengatakan, melonjaknya harga cabai rawit ini mulai terjadi pada minggu kedua Desember 2021 atau sebelum natal.
Bahkan menurutnya, jelang natal kemarin harga cabai rawit di Pasar Betuah mencapai puncak tertinggi kenaikan hingga tembus Rp180-200 ribu per kilogram.
“Mungkin harga cabai ini akan kembali normal pada bulan Februari nanti, karena saat ini curah hujan masih tinggi dan menyebabkan pasokan semakin menipis,” kata Popi.
Meski harga tinggi, Popi mengatakan bahwa tidak terjadi penurunan pembeli secara signifikan. "Konsumen masih ada, cuma pembeliannya aja yang agak dikurangi. Dari yang biasanya beli perkilo, sekarang hanya setengah ataupun per ons," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka, Asep Setiawan mengatakan bahwa kenaikan harga sejumlah bahan pokok ini terjadi secara nasional.
"Kemarin-kemarin juga sudah sempat dibahas oleh Menteri Perdagangan dan diprediksikan harga bahan pokok akan kembali normal 3 minggu lagi," ujar Asep.
Menurutnya, cuaca buruk yang berimbas pada gagal panen dan terganggunya pengangkutan suplai menjadi penyebab utama harga sejumlah bahan pokok menjadi naik.
Selain cabai, harga kebutuhan pokok lainnya seperti kentang, wortel, bawang merah, bawang putih dan lainnya sebagainya juga tergolong naik, meskipun tidak terlalu signifikan. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/cabai-yang-dijual-di-pasar-kite-sungailiat-bangka.jpg)