Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kadindik Sebut 2022 Tahun Hikmah Pendidikan, Sudah Saatnya Dunia Pendidikan Bangkit

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi menyebut, tahun 2022 ini merupakan tahun hikmah pendidikan.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Eddy Supriadi menyebut, tahun 2022 ini merupakan tahun hikmah pendidikan. Dimana sebelumnya dunia pendidikan banyak kehilangan momen yang semestinya banyaj sekali kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, selama covid-19 ini banyak hal yang dapat menjadi pelajaran dalam dunia pendidikan terutama dari segi teknologi.

"Kita selama ini terjebak dengan kalender pendidikan, selama ini kita kompensional kita belajarnya rutinitas setelah ada covid kita dipaksakan untuk pembelajaran jarak jauh atau daring. Jadi bagaimana kesiapan kita melengkapi pembelajaran itu," ujar Eddy kepada Bangkapos.com, Selasa (4/1/2022).

Eddy mengatakan, bukan berarti selama daring kemarin hanya untuk mengisi learning lost saja namun pembelajaran daring itu suatu keniscayaan.

"Kalau covid ini 10 tahun artinya selama itu kifa lost pembelajaran kompensional makanya ini tahun hikmah pembelajaran kita, ayo kita bangkit dengan pendekatan secara teknologi tidak mengurangi karakter buildingnya," sebutnya.

"Pembelajaran daring keniscayaan tatap muka juga keniscayaan bagaimana mengkombinasi ini biar imbang. Saya fikir tahun ini tahun kebangkitan pendidikan terutama di Pangkalpinang," tambahnya.

Menurutnya, selama pandemi banyak mengajarkan peserta didik, mulai dari motivasi diri, semangat diri, kemandirian dan regulasi yang hanya terjebak rutinitas.

"Tapi hari ini kita belajar, secara sosial teknologi pengetahuan kita dibangkitkan dengan peristiwa dua tahun ini, hikmah luar biasa. Kalau tidak ada Covid-19 mungkin tidak ada pembelajaran jarak jauh, lama karena ada Covid-19 kita dipaksakan untuk cepat dan sadar mau tidak mau," tegasnya.

"Kalau dulu handphone untuk siswa sekolah tidak ada handphone bingung, kalau dulu hanya untuk kesenangan main game sekarang untuk membangun karakter mereka kepribadian mereka menjadikan handphone itu suatu keniscayaan," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved