Breaking News:

Pelabuhan Belinyu Jadi Pelabuhan Ekspor Impor, Gubernur: Segera Ditindaklanjuti Forkoda Bangka Utara

Erzaldi Rosman adalah salah satu Project Strategis Nasional (PSN) yang dapat menjadi peluang bagi Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi

Penulis: iklan bangkapos | Editor: khamelia
Diskominfo Babel
Gubernur Erzaldi saat audiensi dengan Forkoda Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Kabupaten Bangka Utara di Ruang Tanjung Pendam, Kantor Gubernur, Senin (03/1/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pengembangan Pelabuhan Belinyu menjadi Pelabuhan Ekspor Impor, dikatakan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman adalah salah satu Project Strategis Nasional (PSN) yang dapat menjadi peluang bagi Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Kabupaten Bangka Utara.

Dalam audiensi dengan Forum Komunikasi Daerah (Forkoda) Percepatan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Kabupaten Bangka Utara yang dilaksanakan di Ruang Tanjung Pendam, Kantor Gubernur, Senin (03/1/2021), Gubernur Erzaldi membukanya dengan menyampaikan bahwa Pemprov. Babel, melalui Biro Pemerintahan terakhir kali berkonsolidasi dengan Kemendagri bahwa moratorium Bangka Utara belum bisa ditindaklanjuti, dalam arti harus ada upaya-upaya yang lebih besar.

Terdapat satu kemungkinan peluang menjadi pintu membuka moratorium dengan adanya kegiatan besar yang berimbas kepada masyarakat setempat melalui Project Strategis Nasional (PSN), hal ini disampaikan Gubernur Erzaldi sebagai masukan untuk mendukung kemandirian Belinyu.

"Atau saat ini lebih dikenal juga sebagai Kawasan Strategis Nasional, dan apa yang strategis itu, kita yang mendorongnya" ungkap Gubernur Erzaldi dengan memberi saran bahwa Forkoda dapat mendukung Pengembangan Pelabuhan Belinyu.

Mengapa?
Dijelaskan orang nomor satu di Babel, karena Pelabuhan Belinyu dalam proses penambahan dermaga dan telah dilakukan penetapan alur. Pada bulan Januari 2022 akan segera diselesaikan. Pengembangannya, dijelaskan Gubernur Erzaldi tidak melalui APBN atau APBD tetapi kerja sama kemitraan oleh Pelindo kepada pihak-pihak yang bisa membantu dan berkepentingan atas pengembangan pelabuhan ini.

Bahkan, lanjutnya, Pelabuhan Belinyu sangat dijanjikan dapat disandari cruiser  atau kapal pesiar berkapasitas 3000 orang, tetapi karena pandemi, sehingga belum dapat merealisasikan dermaga yang panjang.

"Sekarang, panjang dermaga totalnya satu sisi sudah 270 meter dan sisi lainnya 90 meter dengan dua trestle (jembatan) baru. Pengembangan dermaga ini akan terus ditambah tiap sisi-sisinya," jelasnya.

"Artinya, ketika Pelabuhan Belinyu menjadi project PSN, kita berharap banyak kegiatan-kegiatan nasional yang tersambung di situ. Misal, jembatan penyambung Bakit-Belinyu yang menjadi salah satu target. Jika PSN ini jadi, akan dibuat jalur jalan yang menyambung hingga lintas timur. Saat ini, trans Bangka sudah dimulai dari Bangka Selatan dan berakhir di Bangka Barat," lanjutnya.

Jika PSN ini didukung berbagai pihak, maka menurutnya akan menjadi peluang pintu masuk upaya moratorium dan PSN ini dapat membuka usulan yang dimaksud untuk Bangka Utara.

Selain Pelabuhan Belinyu, Gubernur Erzaldi menyampaikan peluang penting lainnya. Dikatakannya pelabuhan ini tidak dapat berkembang, jika tidak didukung dengan industrialisasi. Presiden Jokowi bahkan pernah mengatakan, bahwa ekspor balok timah akan di stop dan lebih mengedepankan industrialisasi timah di daerah sendiri.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved