Breaking News:

Sedimentasi Menjadi Penyebab Genangan hingga Banjir di Pangkalpinang

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pangkalpinang, Ikmanto menyebut, genangan air dan banjir yang kera

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: M Ismunadi

BANGKAPOS.COM - Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pangkalpinang, Ikmanto menyebut, genangan air dan banjir yang kerap terjadi di ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini ditengarai oleh beberapa faktor.

Di mana faktor yang paling dominan menyebabkan genangan maupun banjir lantaran drainase atau sistem saluran air di Kota Pangkalpinang saat ini sudah melebihi kapasitas yang tersedia.

Menurutnya, sejumlah drainase di sejumlah titik di Kota Pangkalpinang memang masih menggunakan sistem yang lama, yang hanya mampu menampung debit air dengan kapasitas rendah.

Hal itu tentunya berbanding terbalik dengan bertambahnya penduduk, berkurangnya daerah resapan air hingga urbanisasi penduduk yang kian meningkat di Pangkalpinang sehingga beban saluran air yang ada semakin bertambah.

Satu unit mesin pompa air mobile milik Pemerintah Kota Pangkalpinang saat beroperasi menyedot genangan air di Jalan KH Cholid Samid, Pangkalpinang, Rabu (5/1/2022).
Satu unit mesin pompa air mobile milik Pemerintah Kota Pangkalpinang saat beroperasi menyedot genangan air di Jalan KH Cholid Samid, Pangkalpinang, Rabu (5/1/2022). (Bangkapos.com/Dokumentasi)

Baca juga: Adu Cantik Nabila Maharani dan Mantan Pacar Tri Suaka, Malah Dianita Sari yang Kini Disorot

Baca juga: Resmi Naik di 2022, Inilah Harga Rokok Gudang Garam, Sampoerna Mild, Djarum Super, Surya, Marlboro

Di sisi lain, sedimentasi saluran air di beberapa tempat yang cukup tinggi turut memperburuk keadaan.

Contohnya drainase di kawasan Linggarjati hingga ke Kelurahan Opas Indah dalam waktu enam bulan sedimentasi mencapai 70 sentimeter belum lagi di Pasar Pagi dengan ketinggian 1 meter.

Belum lagi ditambah dengan adanya intensitas curah hujan yang cukup tinggi, topografi Kota Pangkalpinang yang merupakan dataran rendah di bagian pusat kota dengan berbentuk cekung turut menjadikan Pangkalpinang rawan banjir.

Kendati begitu, guna mengatasi permasalahan ini, pihaknya juga telah melakukan beberapa upaya seperti normalisasi saluran air guna membersihkan sedimentasi lumpur maupun sampah dalam saluran tersebut. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved