Breaking News:

Kejari Basel Akan Miskinkan 2 Terpidana Kasus Tipikor PT BPRS Cabang Toboali, 1 Orang Masih Buron

Dua terpidana kasus Tipikor PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Toboali, Bangka Selatan tahun 2008-2009, akan dimiskinkan.

Penulis: Yuranda | Editor: M Ismunadi
Istimewa/Kejari Bangka Selatan
Kepala seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Basel Zulkarnain Harahap (Baju Merah) didampingi Kasi Intelejen Kejari Basel Michael Yandi Pangihutan Tampubolon, di ruang pertemuan Kejari Basel, Kamis (6/1/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dua terpidana kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Toboali, Bangka Selatan tahun 2008-2009, akan dimiskinkan.

Kedua terpidana yakni, Effriansyah selaku mantan pimpinan cabang BPRS Toboali dan Nazwien Nadjamudddin Alias Nazwien Fahrozie alias Nazwien merupakan nasabah, terbukti melakukan korupsi pembayaran fiktif di BPRS Toboali.

Hal tersebut disampaikan oleh, Kepala seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Basel Zulkarnain Harahap didampingi Kasi Intelejen Kejari Basel Michael Yandi Pangihutan Tampubolon, di ruang pertemuan Kejari Basel, Kamis (6/1/2022).

Selain itu, kedua terpidana tersebut juga harus menjalankan hukuman setelah mendengar amar putusan dari Pengadilan Negeri PHI / Tipikor Negeri Kelas 1A Pangkalpinang, beberapa waktu lalu.

Kata Zulkarnain Harahap, Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Bangka Selatan telah mengeksekusi dua terpidana untuk melaksanakan hukuman di Lapas Kelas II A Pangkalpinang, pada Rabu (5/1/2022) kemarin.

Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, Ansyar (Tengah) dan dua terpidana Korupsi Effriansyah selaku mantan pimpinan cabang BPRS Toboali dan Nazwien Nadjamudddin Alias Nazwien Fahrozie alias Nazwien merupakan nasabah, di Lapas Kelas II A Pangkalpinang, pada Rabu (5/1/2022) kemarin.
Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, Ansyar (Tengah) dan dua terpidana Korupsi Effriansyah selaku mantan pimpinan cabang BPRS Toboali dan Nazwien Nadjamudddin Alias Nazwien Fahrozie alias Nazwien merupakan nasabah, di Lapas Kelas II A Pangkalpinang, pada Rabu (5/1/2022) kemarin. (Istimewa/Kejari Bangka Selatan)

Baca juga: Terbongkar Segini Gaji Shin Tae-yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Bandingkan dengan Luis Milla

Baca juga: Dulu Cuma Jaga Warung di Kampung, Cowok Ini Mendadak Ngetop Berkat Nabila Maharani dan Tri Suaka

Eksekusi ini, lanjutnya, berdasarkan surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan Nomor: Prin- 01/L.9.15/Fu.1/01/2022 tanggal 4 januari 2022 dan Prin02/L.9.15/Fu.1/01/2022 tanggal 4 Januari 2022.

"Amar putusan PN terhadap Effriansyah berdasarkan putusan nomor : 19/Pid-Sus-TPK/2021/PN. Pgp tanggal 24 Desember 2021 menghukum terpidana selama 5 tahun dan denda sebesar Rp250 juta, subsidair 6 bulan kurungan dan menghukum terpidana untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 420.735.587. Apabila uang ini tidak dibayar, akan diganti dengan hukum 2 tahun penjara," kata Zulkarnain Harahap.

Sedangkan terhadap Nazwien Nadjamudddin Alias Nazwien Fahrozie alias Nazwien berdasarkan putusan nomor : 18/PidSus-TPK/2021/PN. Pgp tanggal 24 Desember 2021.

Menghukum terpidana selama 4 tahun dan denda sebesar Rp200 Juta, subsidair 3 bulan kurungan dan menghukum terpidana untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 462.917.931, Apabila uang ini tidak dibayar, akan diganti dengan subsidair 2 tahun penjara.

"Ada tiga orang diperkara tindak pidana korupsi BPRS Cabang Toboali ini, dua orang sudah menjadi terpidana, sedangkan saru orang bernama Radiansyah Bandar Guru, menjadi daftar pencarian orang (DPO)," kata dia.

Skema yang dilakukan Kejari Bangka Selatan, upaya pengembalian uang negara, pihaknya akan melakukan penagihan terlebih dahulu. Dan pihaknya akan melayangkan surat penagihan ke terpidana.

"Melayangkan surat penagihan dulu, apakah merek sanggup atau tidak. Kalau mereka sanggup bagaimana kesanggupannya apakah menyicil atau sekaligus," ungkapnya.

Kalau terpidana tidak menyanggupi, lanjutnya, sesuai dengan putusan pengadilan dalam satu bulan setelah putusan inkrah, pihaknya akan mencari aset-aset terpidana guna memulihkan kerugian yang ditimbulkan.

"Intinya kita akan miskin terpidana korupsi ini. Kami upayakan dulu selama satu bulan untuk menagih kepada terpidana, tapi kalau satu bulan tidak ada upaya maka kami akan eksekusikan," jelasnya. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved