Breaking News:

Diduga Ada Pelajar di Bangka Tengah LGBT, Dindik Belum Lakukan Verifikasi

Diduga ada sejumlah pelajar di Bangka Tengah yang LGBT dan terindikasi pelaku lesbi.

Penulis: Sela Agustika | Editor: M Ismunadi
Wikipedia
Bendera LGBT 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Pengaruh lingkungan menjadi salah satu faktor penyebab terlibat dalam kasus LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender). Hal ini bisa terjadi di kalangan anak-anak hingga orang dewasa.

Seperti diketahui adanya informasi dugaan sejumlah oknum pelajar di Bangka Tengah yang LGBT dan terindikasi pelaku lesbi menjadi sebuah hal yang memprihatinkan. Pasalnya hal tersebut dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi pelajar lainnya.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Iskandar menuturkan, pihaknya belum melakukan verifikasi terbaru terkait adanya oknum pelajar yang terikat LGBT.

Akan tetapi Iskandar mengungkapkan, pada tahun 2019 lalu memang ada beberapa siswa di wilayahnya yang terikat LGBT. Dan pihaknya pun telah melakukan pendekatan terhadap yang bersangkutan, dengan melibatkan guru BK, Agama, dan pihak sekolah terkait.

"Untuk adanya oknum baru yang terlibat LGBT ini kita belum lakukan verifikasi, namun memang pada Tahun 2019 kemarin ada ditemukan kasus ini, dimana pelajar tingkat SMA dan SMP, tetapi ini sudah tangani dengan melakukan pendekatan, yang mana kami langsung perintahkan guru BK, dan Agama dan juga didampingi Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA)," ungkap Iskandar Kepada Bangkapos, Jumat (7/1/2022).

Baca juga: Dulu Cuma Jaga Warung di Kampung, Cowok Ini Mendadak Ngetop Berkat Nabila Maharani dan Tri Suaka

Baca juga: Adu Cantik Nabila Maharani dan Mantan Pacar Tri Suaka, Malah Dianita Sari yang Kini Disorot

Kata Iskandar, jika memang ditemukan prilaku menyimpang ini terjadi pada para pelajar di wilayahnya pihaknya pun akan segera menindaklanjuti hal tersebut dengan melakukan pendekatan.

"Tentunya perilaku menyimpang ini jangan sampai dibiarkan berlarut-larut karena dapat berakibat tidak baik dan harus segera diatasi. Kita juga minta juga selain pengawasan disekolah orangtua juga ikut memantau prilaku dan gerak-gerik anak," ujarnya.

Ia menuturkan, pihaknya juga akan memperketat pengawasan para pelajar di wilayanya, serta meminta semua guru ikut membantu mengawasi gerak-gerik anak didiknya.

Terpisah Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) dr Dede mengungkapkan pihaknya turut serta menangani perilaku menyimpang (LGBG) yang terjadi pada anak-anak. 

Namun untuk data terbaru pihaknya belum mendapatkan laporan adanya kasus LGBT yang terjadi antar para pelajar di wilayahnya.

"Jika ada laporan terkait LGBT ini maka kita siap bertindak dalam hal melakukan pendampingan dengan melibat guru BK yang ada serta membawa psikolog untuk memberikan pencegahan, penangan, serta edukasi kepada anak. Tetapi Untuk yang tahun 2021 ini kita belum mendapat laporan terkait ini," kata dr Dede.

Ia menuturkan, secara umum banyak faktor yang menyebabkan anak terjerumus dalam LGBT, baik itu faktor lingkungan, kekecewa hingga pelampiasan.

"Di sini keluarga berperan penting dan harus lebih intesn meberikan dukungan ke Anak. Dan kita juga gencar melakukan sosialsisasi tidak hanya di sekolah, tetapi juga melalui kader-kader di Tingkat Desa guna mengantisipasi tindakan kekerasan pada anak ataupun perilaku menyimpang pada anak," ungkap dr Dede. ( Bangkapos.com/Sela Agustika

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved